Pabrikan asal Jepang, Yamaha, dikabarkan masih dilanda ketidakpastian terkait keikutsertaan mereka dalam seri balapan MotoGP Qatar akhir pekan mendatang. Situasi pelik ini diungkapkan langsung oleh pembalap mereka, Alex Rins, di sela-sela rangkaian aktivitas di Sirkuit Sepang pada hari Kamis waktu setempat, di tengah meningkatnya kekhawatiran geopolitik di kawasan regional.
Meskipun pihak penyelenggara MotoGP dan otoritas Qatar bersikeras bahwa ajang balap tersebut aman untuk dilangsungkan, para pembalap tetap menuntut jaminan keamanan yang konkrit. Para rider secara khusus meminta kejelasan mengenai prosedur darurat, termasuk rencana evakuasi mandiri seandainya wilayah udara harus ditutup secara mendadak akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut. Kekhawatiran ini menjadi sorotan utama di dalam paddock.
Ketika dikonfirmasi mengenai tuntutan para pembalap tersebut, Alex Rins memilih untuk tidak berkomentar secara terbuka namun menegaskan pentingnya posisi bersama para atlet. "Saya ingin membicarakannya, tetapi saya tidak bisa," ujar Alex Rins seperti dikutip dari GPOne.com saat ditemui di Sepang. Ia menambahkan bahwa satu-satunya hal yang bisa ia sampaikan saat ini adalah bahwa para pembalap berada dalam ikatan yang jauh lebih solid dari sebelumnya.
Lebih lanjut, pembalap asal Spanyol itu menjelaskan bahwa dirinya sempat berdiskusi dengan seluruh rekan sesama pembalap di Australia serta berbicara dengan para perwakilan, termasuk petinggi Dorna. "Penting... Saya tidak bisa mengatakan hal lain tentang Qatar, seperti yang bisa Anda bayangkan, tetapi saya dapat meyakinkan Anda bahwa kami benar-benar bersatu," sambung Alex Rins menggambarkan situasi internal yang tengah memanas di kalangan peserta kejuaraan dunia.
Baca Juga Loris Capirossi Resmi Jadi Legenda MotoGP di MisanoKetidakpastian dari kubu Iwata semakin kentara ketika Alex Rins ditanya mengenai sikapnya jika manajemen pabrikan mewajibkannya turun ke lintasan. Tanpa ragu, ia membeberkan bahwa hingga hari Rabu lalu, Yamaha menjadi satu-satunya pabrikan yang masih mempertimbangkan dan meragukan kepastian keberangkatan mereka ke Doha. Meskipun demikian, ia mengaku belum mengetahui apakah dinamika internal tersebut telah berubah drastis mengingat dirinya baru saja tiba di area sirkuit.
Situasi pelik ini tidak terlepas dari panduan resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang, di mana otoritas setempat dengan tegas mengeluarkan imbauan kepada warga negaranya untuk menahan diri dari segala bentuk perjalanan yang tidak esensial ke Qatar. Di sisi lain, Wakil CEO MotoGP Carlos Ezpeleta telah bertolak menuju Doha usai gelaran Grand Prix Australia akhir pekan lalu guna melakukan perundingan intensif lanjutan demi memastikan keselamatan jalannya seri balapan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!