Dunia Kejuaraan Dunia Supersport atau World Supersport harus bersiap merelakan salah satu figur paling karismatik dan gigih di atas lintasan. Pada usianya yang menginjak 37 tahun, Lucas Mahias bersama skuad asal Prancis, GMT94, secara resmi mengumumkan keputusan bersama untuk mengakhiri kerja sama mereka di penghujung musim kompetisi mendatang. Keputusan ini menandai babak akhir dari perjalanan panjang seorang pembalap yang dikenal memiliki determinasi tinggi dan mentalitas pantang menyerah di setiap tikungan sirkuit.
Tim yang dipimpin oleh Christophe Guyot tersebut menyampaikan apresiasi yang mendalam atas segala pencapaian dan dedikasi yang telah diberikan oleh sang pembalap selama berada di dalam garasi tim. Dalam pernyataan resminya, pihak manajemen menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi luar biasa yang melampaui batas-batas lintasan balap konvensional. Lucas, sebuah ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua hal yang telah kita lalui bersama, demikian kutipan resmi dari manajemen GMT94 yang menyoroti kedekatan emosional antara kedua belah pihak.
Lebih lanjut, pihak tim juga memberikan pujian khusus terhadap peran sang juara dunia dalam membimbing generasi penerus di dunia balap motor. Di luar ketatnya persaingan balapan, Lucas selalu mendukung kami dalam berbagai proyek pengembangan talenta muda dan para pembalap masa depan, lanjut pernyataan tersebut. Kami pasti akan kembali berjumpa untuk melanjutkan berbagai inisiatif positif ini. Untuk saat ini, kami mendoakan yang terbaik untuk masa depanmu. Berbekal tekad baja dan hasrat juara yang selalu menyala, kamu masih memiliki banyak hal untuk diraih dan petualangan indah menanti di depan mata.
Perjalanan karier Mahias di panggung kejuaraan dunia tergolong unik karena ia menapaki jenjang tertinggi di usia yang relatif matang. Sebagai juara nasional Prancis tahun 2014, ia awalnya kerap tampil memukau saat mendapat kesempatan sebagai pembalap pengganti maupun wildcard. Kesempatan emas baru datang pada tahun 2017 ketika ia menginjak usia 28 tahun dan dipercaya memperkuat tim resmi pabrikan Yamaha, di mana ia langsung menjelma menjadi kekuatan dominan dan sukses merebut gelar juara dunia Supersport pada kesempatan pertama.
Konsistensi performa tersebut terus ia tunjukkan ketika memutuskan beralih membesut mesin Kawasaki bersama tim Puccetti pada musim 2019 dan 2020. Penampilan kompetitif di kelas menengah ini sekaligus membuka jalan baginya untuk mencicipi kerasnya persaingan di kategori Superbike. Meski tiga tahun berikutnya di level tertinggi tidak membuahkan hasil manis, keputusannya kembali ke kelas Supersport bersama GMT94 tetap memperlihatkan kilau determinasi seorang pembalap bermental petarung sejati, meski ia hanya mampu mencatatkan beberapa momen kilau sesekali.
Baca Juga Alberto Surra Bidik Podium Lanjutan Usai Gebrakan WorldSBK 2026Di atas lintasan balap, Mahias mendapatkan reputasi sebagai lawan yang sangat merepotkan, tidak kenal kompromi, dan memiliki daya juang tanpa batas yang sering kali berujung pada insiden ekstrem maupun cedera fisik. Salah satu memori paling ikonik dan abadi dalam sejarah modern kejuaraan terjadi di Portimao pada tahun 2020. Saat itu, ia nekat mengendalikan motornya yang mengalami kerusakan ban belakang hingga harus berjuang keras di atas aspal setelah insiden kecelakaan, bahkan sempat dua kali terjatuh, bangkit kembali, dan nekat mendorong kendaraannya menuju jalur pit demi menyelamatkan peluang finis.
Meskipun sempat disambut sebagai pahlawan di area pitlane atas kegigihan luar biasa tersebut, regulasi balap yang ketat akhirnya memaksa race direction menganulir hasil akhirnya karena dinilai melampaui batas waktu yang diizinkan serta menggunakan jalur pintas. Namun, insiden tersebut kadung terpatri dalam ingatan para pecinta balap sebagai simbol dari karakter aslinya. Dengan koleksi satu gelar juara dunia, sembilan kemenangan seri, dan 35 kali naik podium, Raffaele De Rosa maupun Mahias sama-sama merepresentasikan era keemasan pembalap senior yang mewarnai ketatnya peta persaingan balap motor dunia dalam satu dekade terakhir.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!