LAMPUNG SELATAN,Nusantara Media  — Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan dinamika vulkanik terkini dari Gunung Anak Krakatau (157 mdpl) yang berada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.

Dalam laporan pengamatan yang dirilis pada Sabtu (10/10/2026) untuk periode pukul 06:00 hingga 12:00 WIB, gunung api aktif tersebut terpantau masih mempertahankan statusnya pada Level III (Siaga).

​Berdasarkan laporan resmi yang disusun oleh Amri Puji Hidayatul Muslikhin dari Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau, kondisi meteorologi di sekitar lokasi pengamatan terpantau berawan dengan angin yang bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut dan barat laut.

- Advertisement -
Advertisement

Suhu udara tercatat berkisar antara 26,5 hingga 32,5 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 61% hingga 78%, sementara kondisi gelombang laut di sekitar perairan dilaporkan sedang.

​Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat ketebalan 0 hingga III. Asap kawah utama teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal, serta membubung dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 100 meter di atas puncak kawah.

​Dari sisi instrumental, stasiun pemantau mencatat adanya aktivitas kegempaan yang mengindikasikan suplai magma di dalam tubuh gunung. Rincian kegempaan selama periode 6 jam tersebut meliputi:

• ​Gempa Hembusan: Tercatat sebanyak 1 kejadian dengan amplitudo 34 mm dan durasi 30 detik.

• ​Gempa Hybrid/Fase Banyak: Tercatat sebanyak 8 kejadian dengan amplitudo 8 hingga 41 mm, nilai S-P 0 detik, serta durasi 5 hingga 11 detik.

• ​Gempa Vulkanik Dangkal: Tercatat sebanyak 1 kejadian dengan amplitudo 21 mm dan durasi 12 detik.

• ​Tremor Menerus (Microtremor): Terekam dengan kisaran amplitudo 1 hingga 10 mm dan nilai dominan sebesar 5 mm.

Baca Juga Kecelakaan Beruntun Maut di Lampu Merah Cikampek Karawang: 2 Tewas, 5 Luka-Luka, 13 Kendaraan Terlibat

​Mengingat status aktivitas yang berada pada Level III (Siaga), PVMBG mengeluarkan rekomendasi penting demi keselamatan masyarakat luas, wisatawan, serta para nelayan:

1. ​Zona Larangan 5 Kilometer: Masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras mendekati serta melakukan aktivitas apa pun dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau.

2. ​Radius Pulau Baru: Larangan beraktivitas juga diberlakukan dalam radius 1 kilometer dari pulau baru yang terbentuk di sektor barat laut dan tenggara gunung.

3. ​Waspada Ancaman Bahaya: Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta erupsi sekunder akibat kontak panas lava dengan air laut atau air hujan di dalam radius 5 kilometer.

4. ​Tenang dan Jangan Percaya Hoaks: Masyarakat di kawasan pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai isu atau berita bohong mengenai potensi tsunami akibat erupsi,

serta terus mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

​Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai perkembangan aktivitas vulkanik, dapat menghubungi PVMBG di Bandung melalui nomor telepon (022) 7272606 atau langsung mendatangi Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau di Pasauran, Banten.