Setelah empat musim terpuruk, Mercedes akhirnya menemukan kembali performa terbaiknya di era regulasi baru F1 2026. Namun, di balik dominasi yang sempat menakjubkan, ada masalah besar yang menggerogoti: reliabilitas. Toto Wolff dan timnya di Brackley serta Brixworth berhasil menciptakan mobil yang sangat cepat, tetapi kegagalan teknis berulang kali menghalangi mereka untuk meraih hasil yang lebih sempurna.

Sejak tes pramusim, Mercedes sudah difavoritkan untuk menguasai musim ini. Kombinasi sasis yang kuat, mesin bertenaga, dan manajemen energi yang canggih mengingatkan banyak orang pada era 2014, ketika mereka mendominasi secara total. Dan benar saja, di Australia, George Russell dan Kimi Antonelli tampil luar biasa, jauh di atas kompetitor. Mereka berhasil menyapu bersih 10 sesi kualifikasi pertama dan memenangkan enam grand prix beruntun, membangun keunggulan besar di klasemen.

Antonelli, yang musim lalu tampil inkonsisten sebagai rookie, kini menjelma menjadi calon juara dunia. Lima kemenangan beruntunnya menjadi bukti nyata perkembangannya. Pembalap asal Italia itu tampil percaya diri dan tenang, memimpin klasemen dengan keunggulan 50 poin atas Lewis Hamilton, sementara Russell tertinggal sembilan poin lagi di belakangnya. Di klasemen konstruktor, Mercedes juga kokoh di puncak dengan keunggulan 72 poin atas Ferrari.

- Advertisement -

Namun, keunggulan itu seharusnya bisa jauh lebih besar jika saja tidak ada serangkaian masalah reliabilitas, terutama pada unit tenaga. Russell mengalami kegagalan mesin yang dramatis saat memimpin di Kanada, sementara Antonelli terkena masalah kelistrikan di Barcelona. Masalah ini tidak hanya menimpa tim pabrikan, tetapi juga beberapa tim pelanggan, membuat Mercedes harus berpikir keras untuk memperbaiki paket baterai mereka, meski harus rela menerima penalti grid di kemudian hari.

Sementara itu, Ferrari dan McLaren terus mengembangkan sasis mereka dengan pesat, berhasil menutup kesenjangan dan bahkan memenangkan balapan secara fair sebelum libur musim panas. Mercedes sendiri masih memiliki rencana upgrade yang akan datang, yang diharapkan bisa memperkuat posisi mereka di depan. Tapi, ada pekerjaan rumah lain: bagaimana membuat Russell tampil konsisten. Russell dinilai masih kesulitan beradaptasi dengan aturan manajemen energi baru, dan ia merasa musim ini seharusnya menjadi momennya untuk bersinar, namun tekanan dari Antonelli membuatnya tampil di bawah performa terbaiknya.

Toto Wolff, principal tim, mengakui bahwa mereka belum membawa upgrade selama beberapa waktu, dan ini akan menjadi pertarungan pengembangan yang ketat ke depan. Dengan reliabilitas yang masih membayangi, Mercedes harus segera menemukan solusi jika ingin mempertahankan gelar juara dunia tahun ini. Apakah mereka mampu? Musim kedua akan menjadi jawabannya.