Mercedes menegaskan bahwa masih terlalu dini untuk memprioritaskan Kimi Antonelli atau George Russell dalam perebutan gelar Formula 1 2026, meski ancaman dari Lewis Hamilton bersama Ferrari mulai terasa.

Tim pabrikan Jerman itu tampil dominan di awal siklus regulasi baru, dengan memenangkan delapan dari sebelas grand prix pembuka dan unggul 72 poin atas Ferrari di klasemen konstruktor. Dari delapan kemenangan itu, enam di antaranya diraih Antonelli, yang membuatnya unggul 50 poin atas Hamilton dan 59 poin atas Russell.

Dengan peluang gelar Russell yang semakin menipis, muncul desakan agar Mercedes mulai memprioritaskan Antonelli untuk memastikan gelar juara dunianya yang pertama. Namun, tim asuhan Toto Wolff itu menilai langkah tersebut belum diperlukan, terutama setelah pengalaman McLaren musim lalu yang enggan memihak salah satu pembalapnya dan akhirnya membuka peluang bagi Max Verstappen untuk menyerang.

- Advertisement -

"Jika Mercedes bisa memenangkan balapan, Mercedes harus memenangkan balapan," ujar Deputi Prinsipal Tim, Bradley Lord, menjelang Grand Prix Hungaria. "Yang utama adalah tim, dan kejuaraan konstruktor adalah fokus utama kami. Kami telah melihat persaingan berubah drastis dalam tiga balapan terakhir. Masih terlalu dini untuk berpikir seperti itu."

Lord menambahkan bahwa target Mercedes adalah memenangkan kedua kejuaraan, dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menyelesaikan balapan dengan dua mobil di posisi setinggi mungkin. "Kami tidak peduli mobil mana yang menang, yang penting Mercedes yang menang. Itu prioritas kami," tegasnya.

Baca Juga Sayap 180° Ferrari Terinspirasi Mercedes 2011

Meski begitu, performa Antonelli yang mengesankan di musim debutnya menjadi sorotan. Pembalap berusia 19 tahun itu tampil konsisten dan mampu bersaing di papan atas, sesuatu yang tidak banyak diprediksi sebelumnya. Russell, yang sempat diunggulkan sebagai pemimpin tim, justru kesulitan mengimbangi laju rekan setimnya itu.

Keputusan Mercedes untuk tidak memihak salah satu pembalapnya bisa menjadi bumerang, seperti yang terjadi pada McLaren musim lalu. Namun, dengan keunggulan poin yang dimiliki Antonelli, tim asal Brackley itu mungkin merasa cukup percaya diri untuk membiarkan kedua pembalapnya bertarung secara sehat hingga akhir musim.