Jabar, Nusantara Media -
Polda Jawa Barat melaksanakan program penanaman jagung serentak seluas 750 hektar sebagai dukungan konkret terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini mencakup optimalisasi lahan produktif, termasuk 500 hektar milik PTPN dan Perhutani, serta pemberian bantuan sarana pertanian seperti hand traktor, mesin pipil jagung, sprayer, benih, pupuk NPK, urea, pupuk Pak Bhabin, pestisida, dan sembako. Selain itu, dua ketua kelompok tani diberi penghargaan umroh atas dedikasi mereka.
Polda Jawa Barat di bawah kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Rudi Setiawan, dengan koordinasi Karo SDM Kombes Pol Fadly Samad dan Kabag Binkar AKBP Condro Sasongko. Kegiatan melibatkan 23 Polres dan 470 Polsek se-Jawa Barat, serta Kelompok Tani Subur yang mengelola 200 hektar lahan. Sebanyak 200 petani lokal direkrut sebagai tenaga kerja, menunjukkan sinergi antara Polri dan masyarakat tani untuk ketahanan pangan nasional.
Kegiatan penanaman jagung serentak dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, secara daring dan terpusat di Mako Polda Jabar.
Lokasi utama adalah Mako Polda Jabar di Bandung, dengan pelaksanaan serentak di seluruh jajaran Polres dan Polsek se-Jawa Barat. Lahan khusus mencakup Desa Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, serta lahan PTPN dan Perhutani di wilayah Jawa Barat.
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional, meningkatkan produktivitas pertanian, dan memberdayakan masyarakat tani di tengah tantangan pangan global. Selain mendukung visi Presiden Prabowo Subianto, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan petani lokal, dan mempererat kemitraan Polri-masyarakat. Penggunaan pupuk organik Pak Bhabin dipilih karena terbukti efektif, ramah lingkungan, dan sukses membawa Polres Serang juara nasional ketahanan pangan.
Penanaman dilakukan secara serentak melalui platform daring, dengan 550 hektar dikelola oleh Polres/Polsek dan 200 hektar oleh Kelompok Tani Subur. Pupuk organik Pak Bhabin, inovasi binaan AKBP Condro Sasongko, digunakan untuk meningkatkan hasil panen. Pengelolaan lahan melibatkan petani lokal yang difasilitasi Biro SDM Polda Jabar, dengan pendekatan berkelanjutan yang mengintegrasikan sektor pertanian, sosial, dan ekonomi.
Program ini diharapkan menjadi model nasional untuk ketahanan pangan, dengan manfaat langsung bagi masyarakat Jawa Barat dan kontribusi terhadap target pangan nasional. Polda Jabar berkomitmen terus mendukung inovasi pertanian ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih mandiri.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!