Pedro Acosta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah sprint MotoGP San Marino di Misano. Pembalap KTM itu menyebut timnya telah "mundur" dan jarak ke Ducati serta Aprilia sangat "menakutkan".

Setelah sebelumnya memberikan perlawanan sengit kepada Marc Marquez di Aragon, Acosta justru kesulitan di Misano. Ia hanya start ketujuh, bahkan di belakang Honda Luca Marini, dan finis keenam dalam sprint. Jarak ke Marquez mencapai 6,944 detik, setara lebih dari setengah detik per lap.

"Kami harus mengevaluasi semuanya dengan tim. Akhir pekan ini, sejak kemarin, kami tidak membuat kemajuan. Sebaliknya, kami mengambil langkah mundur," ujar Acosta. "Kami kesulitan di area yang biasanya menjadi kekuatan kami, terutama pengereman. Kami perlu mencari tahu penyebabnya karena semua pembalap KTM mengalami hal serupa."

- Advertisement -
Advertisement

Acosta juga meragukan kemungkinan meraih kemenangan pertama sebelum kontraknya berakhir, mengingat defisit besar dari Ducati dan Aprilia. "Saya berharap bisa menang, tapi jika terus seperti ini, akan sangat sulit. Ducati dan Aprilia di sini benar-benar menakutkan," tambahnya.

Insiden kontak dengan Fermin Aldeguer pada lap 3 memperumit balapan Acosta. Meski akhirnya merebut kembali posisi keenam, ia mengakui pertarungan itu menghabiskan waktu. "Kami harus puas dengan posisi keenam. Itu lebih baik daripada jatuh," tuturnya.

Baca Juga Marc Marquez Tak Akan Ragu Kembali ke Honda Jika Ditawari Kontrak 2027?

Dengan hasil ini, Acosta masih berada di peringkat kelima klasemen, tetapi tekanan dari pembalap di belakangnya semakin ketat. Ia menegaskan akan terus berusaha mengumpulkan poin maksimal di sisa musim.

KTM kini dituntut segera menemukan solusi atas masalah RC15 yang semakin tertinggal dari kompetitor. Jika tidak, harapan Acosta untuk naik podium atau menang bisa pupus.