Lando Norris mengaku frustrasi dengan kurangnya kecepatan di lintasan lurus yang dialami McLaren saat kualifikasi Grand Prix Italia. Pembalap asal Inggris itu hanya mampu menempati posisi kedelapan di sirkuit Monza, Minggu (6/9).
Norris sebenarnya dijadwalkan mendapatkan bantuan slipstream dari rekan setimnya, Oscar Piastri, pada putaran terakhir di Q3. Namun, kesalahan yang dilakukan Piastri di Tikungan 1 memaksanya keluar lintasan dan menghilangkan kesempatan Norris untuk memanfaatkan draft.
“Hal yang paling menyakitkan akhir pekan ini adalah defisit kecepatan di lintasan lurus,” ujar Lando Norris kepada media, termasuk Crash.net. “Kimi [Antonelli] bisa mencatat waktu 22.1 atau bahkan lebih cepat tanpa slipstream, jadi dengan bantuan slipstream, dia bisa menembus 21.6. Kami butuh berada sangat dekat dengan mobil di depan. Jika saya kehilangan dua persepuluh dari Oscar yang mendapat tow dua mobil, itu benar-benar menyakitkan. Tapi, ini yang harus kami hadapi untuk saat ini.”
Norris menegaskan bahwa kelemahan ini sudah diprediksi sebelumnya. “Ini contoh bagus mengapa saya selalu bilang kami harus terus mendorong dan memperbaiki area tertentu. Kami tahu area ini tidak akan menjadi kekuatan kami,” tambahnya.
Meski demikian, Norris enggan menyalahkan nasib. Menurutnya, kurangnya slipstream bukanlah satu-satunya faktor. “Saya tidak berpikir ada yang tidak berjalan sesuai rencana. Kami butuh slipstream yang baik, dan saya harus keluar lebih dulu di Q3, jadi Oscar punya beberapa mobil di depannya, sementara saya hanya punya Antonelli,” jelasnya.
Baca Juga F1 Tinjau Start Kacau Zandvoort Usai Kecelakaan Verstappen“Itu bukan putaran terbaik saya, saya akui. Tapi sebagian besar waktu yang hilang justru terjadi di lintasan lurus,” sambungnya. Selain masalah top speed, Norris juga mengeluhkan perilaku rem yang tidak konsisten sepanjang akhir pekan.
“Remnya banyak menarik, sangat tidak konsisten. Dengan zona pengereman sebesar itu di Tikungan 1, ketika rem melakukan hal seperti ini, Anda kehilangan kepercayaan diri,” paparnya. Q3 di Monza menjadi yang terketat dalam sejarah F1, dengan hanya setengah detik memisahkan 10 pembalap teratas.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!