Pembalap Inggris Ollie Millroy mengalami beberapa cedera namun selamat dalam kecelakaan mengerikan yang melibatkan api pada balapan China GT di Sirkuit Internasional Shanghai, Jumat (9/5). Insiden terjadi pada menit ke-20 di lintasan lurus belakang, ketika mobil BMW No.33 yang dikendarai Neil Verhagen kehilangan kendali setelah menyentuh rumput di tepi lintasan saat bersaing dengan Ferrari No.37 milik David Chen.

Verhagen dan Chen bersentuhan, dan Ferrari AAI Motorsports yang dikendarai Millroy tertabrak dalam insiden tersebut hingga terbakar. Namun, keselamatan Millroy hampir saja menjadi korban kelambatan respons petugas. Dari kamera onboard mobil Porsche yang dikendarai Loek Hartog, terlihat Hartog menghentikan mobilnya di lintasan dan berlari mencari alat pemadam, sementara tidak ada marshal yang terlihat di lokasi kejadian.

Hartog kemudian menarik Millroy keluar dari puing-puing yang terbakar. Millroy mengalami lima patah tulang rusuk, patah tulang selangka, tangan dan jari patah, serta memar pada paru-paru. Dalam unggahan Instagram yang panjang, Millroy menyebut Hartog sebagai "pahlawan super" dan mengatakan bahwa ia hanya bisa hidup berkat tindakan pembalap Porsche tersebut.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya masih hidup malam ini, sepenuhnya berkat satu orang," tulis Millroy. "Loek Hartog berhenti seketika, tanpa marshal bendera atau tim pemadam kebakaran yang terlihat, dan mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk mengeluarkan saya dari mobil. Saya tidak ingat apa pun antara 30 detik sebelum kecelakaan dan satu jam setelahnya, tetapi saya akan mengingat tindakan keberaniannya yang luar biasa selama sisa hidup saya."

Baca Juga Bearman Akui Kebangkitan Hamilton Tidak Ideal untuk Kariernya

Sementara itu, tim AAI Motorsport yang menaungi Millroy mengkritik respons marshal dan kru medis di lokasi, yang dinilai "gagal tiba dalam waktu yang kami anggap wajar dan sesuai". Tim tersebut menyatakan tidak akan lagi berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan GT China dan mengancam akan mengambil "tindakan lebih lanjut yang sesuai". Pemilik tim, Betty Chen, menegaskan bahwa keselamatan dan sistem penyelamatan yang gagal telah menempatkan pembalap pada risiko kematian yang seharusnya bisa dihindari.

Insiden ini menyoroti celah serius dalam prosedur keselamatan balap di ajang GT China, terutama di sirkuit yang juga menjadi tuan rumah Grand Prix Formula 1. Tindakan heroik Hartog menjadi sorotan, tetapi juga memicu pertanyaan besar tentang kesiapan petugas dalam menangani keadaan darurat. Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut.