Pierre Gasly memastikan bahwa start Grand Prix Belanda akan menjadi bahan evaluasi menyusul kekacauan yang terjadi di Zandvoort akhir pekan lalu. Balapan terakhir Formula 1 di sirkuit tersebut dalam era modern ini berakhir dengan insiden besar di lap pertama ketika Max Verstappen menyentuh kerb basah dengan ban kanan-belakangnya, lalu meluncur deras ke dinding beton di luar tikungan terakhir.

Pada saat yang sama, pembalap Audi, Gabriel Bortoleto, secara ajaib menghindari kecelakaan parah setelah mobilnya berputar 360 derajat, menimbulkan kepulan asap ban di tengah lapangan. Meskipun sebagian besar lintasan dalam kondisi kering, tikungan terakhir masih basah di beberapa titik, dengan genangan air di kaki tikungan miring tersebut. Prosedur lap formasi biasa dipimpin oleh safety car sebelum balapan dimulai dengan start berdiri normal.

Dalam kondisi sulit seperti ini, direktur balapan FIA sebenarnya bisa mengubah prosedur start menjadi rolling start, atau mengizinkan tambahan lap di belakang safety car yang kemudian dikurangi dari total jarak balapan, sebelum memutuskan start berdiri atau bergulir. Namun, keputusan yang diambil justru memicu perdebatan.

- Advertisement -
Advertisement

Ditanya tentang kondisi start tersebut, Gasly mengungkapkan ketidaksetujuannya. "Kalau kita lakukan seperti yang kita jalani, satu lap di belakang safety car lalu start berdiri, saya lebih memilih melakukan out-lap normal saja, supaya kita bisa melaju sedikit lebih cepat," ujarnya. "Saya pikir tujuannya adalah setidaknya melewati tikungan terakhir sekali dengan safety car sebelum melakukan start balapan normal."

Pembalap asal Prancis itu menambahkan bahwa lintasan memang basah, tetapi ia tetap akan memakai ban slick. "Ya, lintasannya basah. Tentu saja kami akan tetap memakai ban slick, saya rasa saya tidak akan mengubah banyak hal. Jadi ini hanya soal kondisi dan pilihan ban, sayangnya. Kami akan meninjau umpan balik para pembalap untuk balapan berikutnya, tapi saya pikir yang ideal adalah tanpa safety car dan hanya satu lap formasi, atau dengan safety car, setidaknya beri kami satu lap tambahan."

Baca Juga Netflix Rilis Film Schumacher '94: Kelahiran Sang Legenda

Gasly, yang memulai balapan dari posisi 10 besar, menjadi salah satu orang pertama yang melihat langsung momen ketika Max Verstappen kehilangan kendali atas Red Bull-nya. "Itu tikungan terbasah. Sangat sulit bahkan untuk keluar dari Tikungan 13, dan Max mengalami oversteer besar di area basah, dan dia tidak bisa mengendalikannya," jelasnya.

Insiden Verstappen menambah daftar panjang drama di Zandvoort, yang dikenal dengan tikungan miring khasnya. Meski balapan berlanjut, kejadian ini menyoroti tantangan unik sirkuit tersebut dan pentingnya komunikasi antara pembalap dan pengawas balapan. Dengan evaluasi yang dijanjikan, para penggemar berharap prosedur start yang lebih baik akan diterapkan di masa depan, terutama di sirkuit dengan karakteristik cuaca yang tidak menentu seperti ini.