Pembalap Nick Cassidy bersiap menghadapi tantangan akhir pekan di sirkuit berkecepatan tinggi Monza dalam ajang FIA World Endurance Championship dengan status hampir seperti seorang pemula. Pengalaman sebelumnya di lintasan legendaris Italia tersebut sangat terbatas, mengingat ia hanya pernah tampil sekali pada tahun 2022 mengendarai mobil GT di ajang WEC. Kendati demikian, pembalap asal Selandia Baru ini tetap mematok target tinggi demi meraih hasil penutup musim yang kompetitif setelah paceklik poin yang cukup panjang, di mana finis di posisi ketujuh pada balapan kedua di Spa-Francorchamps menjadi satu-satunya sumber angka bagi tim Peugeot sejauh musim ini berjalan.
Musim kompetisi tahun ini diakui sebagai periode yang sangat menantang bagi pabrikan asal Prancis tersebut. Dalam evaluasinya, pembalap berusia 32 tahun itu secara terbuka mengakui bahwa skuadnya kerap melakukan kesalahan elementer yang langsung berakibat fatal di atas lintasan. Keketatan persaingan di kelas Hypercar WEC saat ini membuat margin kesalahan sangat tipis, di mana sedikit saja kendala teknis atau strategi yang meleset dapat membuat mobil tertinggal satu putaran penuh dan praktis mengakhiri peluang meraih hasil bagus. Walau demikian, ia tetap menaruh keyakinan penuh bahwa proses pembelajaran ini akan membawa tim bangkit lebih kuat di masa mendatang.
Pandangan jangka panjang mengarah pada musim 2027, di mana Mitch Evans dan seluruh anggota tim sepakat bahwa performa mobil harus mengalami lonjakan signifikan. Upaya perbaikan besar tengah digodok melalui pengembangan paket Evo baru yang dijadwalkan meluncur pada tahun tersebut. Berdasarkan pernyataan resmi yang dilansir dari Speedweek, pengembangan ini diyakini mampu mendongkrak kecepatan secara keseluruhan, meski efektivitas pastinya baru akan terbukti setelah serangkaian pengujian intensif dilakukan di atas lintasan sepanjang musim dingin mendatang.
Kesibukan Cassidy tidak hanya terpusat di ajang balap ketahanan dunia WEC saja, sebab ia juga menjalani jadwal padat di Kejuaraan Dunia Formula E. Agenda terdekat meliputi tes pramusim resmi di Jarama yang sekaligus menandai debut generasi mobil Gen4. Terkait ketidakpastian jadwal seri pembuka di Jeddah, ia menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas penyelenggara karena situasi tersebut berada di luar kendali para pembalap. Sementara itu, rencana liburan akhir tahun di kampung halamannya dipastikan batal, sehingga ia memilih menghabiskan liburan Natal menetap di Monaco.
Baca Juga Menanti Debut WEC di Barcelona: Tantangan Baru Kelas HypercarMenatap musim baru Formula E, dinamika menarik tersaji ketika ia kembali berbagi garasi virtual atau teknis dengan mantan rekan setimnya di Jaguar, mengingat tim-tim mereka bernaung di bawah payung grup otomotif yang sama dengan menggunakan sistem penggerak Stellantis. Kolaborasi erat ini diyakini bakal mempercepat proses adaptasi bagi sang rekan di lingkungan baru. Dengan pengalaman setahun lebih awal melakukan transisi ke sistem Stellantis, ia siap memberikan dukungan penuh demi kemajuan pengembangan performa tim secara kolektif.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!