Musim perdana kejuaraan dunia Sportbike menyuguhkan tontonan balap yang sengit dan kompetitif, meski dinamika lintasannya tidak lagi sepenuhnya didominasi oleh pertarungan slipstream masif seperti yang biasa tersaji di kelas 300cc sebelumnya. Pertarungan sengit tersebut akhirnya mencapai klimaks yang dramatis pada seri pamungkas, di mana Xavi Artigas sukses mengamankan mahkota juara dunia setelah melalui perjuangan panjang bersama pabrikan Kawasaki.
Pebalap asal Spanyol berusia 23 tahun itu dipastikan akan kembali turun grid untuk mempertahankan titel prestisiusnya pada musim kompetisi mendatang. Kepastian ini terjawab setelah kesepakatan kontrak baru diumumkan secara resmi pada Kamis sore waktu setempat. Artigas akan tetap memperkuat skuad tangguh Moto Tuning Mol yang selama ini menjadi pilar utama kesuksesannya di lintasan balap internasional.
Meskipun tim tersebut belum memiliki jalur promosi langsung ke kategori yang lebih tinggi bagi sang pebalap, usia mudanya dinilai masih sangat ideal untuk mematangkan performa di kelas Sportbike. Dukungan penuh dari pabrikan juga mengalir deras, di mana Kawasaki Europe dipastikan berdiri di garis depan untuk mengawal ambisi besar proyek pertahanan gelar juara dunia tersebut.
Artigas tidak bisa menyembunyikan rasa antusiasmenya menyambut musim baru bersama skuad yang telah membawanya ke puncak kejayaan. Dalam pernyataan resminya, ia menegaskan kesiapannya menghadapi tekanan sebagai juara bertahan. Saya merasa sangat gembira bisa melanjutkan perjalanan bersama keluarga besar Kawasaki Europe, dan status sebagai juara dunia tentu memberikan arti yang sangat emosional bagi saya, ujar Artigas.
Ia juga menambahkan bahwa fokus utamanya kini adalah mengulang kesuksesan serupa demi mempertahankan dominasi. Setelah merengkuh gelar juara dunia, tantangan terbesar saya berikutnya adalah mempertahankan titel tersebut, dan saya berada dalam posisi yang sangat ideal untuk mewujudkannya. Saya memiliki keyakinan penuh kepada Ludo beserta seluruh anggota tim, dan saya sudah tidak sabar menyambut musim depan untuk kembali meraih kemenangan serta kemajuan bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada KME, Steve, dan Ludo atas kesempatan berharga ini.
Baca Juga Absolute Racing Turunkan Empat Porsche Demi Taklukkan MacauPerjalanan pebalap bernomor khas itu menuju tangga juara sama sekali tidak diraih dengan mudah. Manajer balap Steve Guttridge mengungkapkan rasa kagumnya atas mentalitas pantang menyerah yang ditunjukkan sang juara dunia, mengingat ia sempat tertinggal cukup jauh dalam perolehan klasemen sementara dari kompatriotnya, David Salvador.
Pada awal musim, Xavi sempat tertinggal hingga 42 poin dari rekan senegaranya, David Salvador, sebuah defisit poin yang tentu memerlukan kerja keras luar biasa untuk mengejarnya. Xavi harus melalui proses adaptasi yang tidak sebentar agar bisa kompetitif di kategori Sportbike yang baru ini, di mana begitu banyak pebalap muda berbakat saling bertarung dalam selisih waktu sepersekian detik sepanjang balapan, tutur Guttridge menjelaskan.
Pejabat asal Inggris itu menambahkan bahwa kemampuan Artigas dalam memadukan talenta alami, pengalaman, serta pendekatan taktik yang matang menjadi kunci utama kebangkitannya, terutama sejak paruh kedua musim kompetisi. Ia benar-benar layak mencatatkan sejarah sebagai juara dunia pertama di kategori ini bagi Kawasaki, sekaligus meneruskan tradisi panjang sebagai pemenang dari tim MTM yang luar biasa, tutupnya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!