Formula 1, Nusantara Media - Mantan pembalap Formula 1, Juan Pablo Montoya, menilai Ferrari perlu mempertimbangkan perekrutan Christian Horner, menyebut prinsipal asal Inggris tersebut sebagai sosok yang berpotensi membawa dampak besar jika diberi waktu membangun ulang tim.
Horner tidak lagi memiliki peran di Formula 1 sejak diberhentikan oleh Red Bull Racing setelah Grand Prix Inggris musim lalu. Keputusan tersebut mengakhiri hubungan dua dekade yang sarat kesuksesan bersama tim berbasis Milton Keynes itu. Posisi prinsipal kemudian diambil alih oleh Laurent Mekies.
Seusai hengkang dari Red Bull, spekulasi sempat mengaitkan Horner dengan Ferrari. Namun rumor tersebut segera ditepis oleh kubu Scuderia, dengan dukungan terbuka dari Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terhadap Team Principal saat ini, Fred Vasseur.
Meski demikian, Montoya menilai Horner tetap dapat menjadi investasi strategis bagi Ferrari apabila manajemen siap memberikan ruang dan kesabaran dalam proses pembangunan jangka menengah.
“Secara jujur, ya,” ujar Montoya ketika ditanya apakah Horner akan berguna bagi Ferrari.
“Namun Ferrari harus memahami bahwa dua tahun pertama bisa saja berat, dan ini adalah program minimal empat tahun. Mereka harus sabar.”
Ia menekankan pentingnya kesatuan internal dan dukungan penuh terhadap proses pembangunan, tanpa tekanan publik yang kontraproduktif.
“Mereka harus mendukung ketika tim sedang membangun ulang, dan semua orang harus memahami bahwa mereka sedang menuju sesuatu yang lebih kuat bersama.”
“Anda tidak bisa membiarkan orang-orang berbicara sembarangan dan mengkritik. Media menyukai ketika pimpinan mulai berbicara terlalu banyak. Mereka harus bersatu.”
Montoya mencontohkan pendekatan yang dinilainya efektif dari tim seperti Mercedes dan McLaren, yang menurutnya mampu menjaga stabilitas internal dan melindungi pembalap muda.
“Di situlah Mercedes dan McLaren melakukan pekerjaan luar biasa, dengan tetap bersatu, tetap tenang, dan mendukung pembalap mereka.”
Ia bahkan menyinggung contoh hipotetis terkait Kimi Antonelli untuk menggambarkan pentingnya pendekatan suportif terhadap talenta muda.
Namun terkait potensi kembalinya Horner ke Formula 1, Montoya justru menilai Alpine sebagai destinasi yang lebih logis dibanding Ferrari.
“Alpine akan menjadi pilihan terbaik,” tambahnya.
“Alpine menggunakan power unit Mercedes, berbasis di Inggris, dan memiliki semua infrastruktur yang dibutuhkan. Lokasinya juga tidak jauh dari markas Red Bull.”
Menurut Montoya, pengalaman Horner dalam membangun struktur kompetitif dan mengelola proyek jangka panjang dapat memberikan dampak signifikan bagi Alpine jika kerja sama tersebut terwujud.
“Ia bisa membawa perubahan besar bagi mereka.”
Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi terkait langkah berikutnya dalam karier Horner. Namun dengan musim 2026 memasuki fase awal dan dinamika manajerial yang terus berkembang, masa depan salah satu prinsipal tersukses era modern F1 itu tetap menjadi topik yang menarik perhatian paddock.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!