Formula 1, Nusantara Media - Pembalap muda Kimi Antonelli mengakui bahwa start balapan menjadi salah satu kelemahan utama bagi Mercedes setelah rangkaian tes pramusim Formula 1 2026 di Bahrain.
Perubahan regulasi power unit musim ini, khususnya penghapusan MGU-H, berdampak langsung pada prosedur start. Tanpa sistem tersebut, pembalap kini harus secara manual menjaga putaran turbo sebelum start, proses yang lebih kompleks dan dapat memakan waktu hingga 10 detik di grid.
Situasi ini memicu berbagai masalah selama pengujian, termasuk start buruk hingga potensi mesin mati di awal lomba. FIA sempat mempertahankan pendekatan awal, namun kemudian menguji revisi prosedur start untuk mengurangi risiko insiden di garis start.
Antonelli mengakui bahwa Mercedes masih tertinggal dibandingkan rival, khususnya Ferrari, yang dinilai memiliki performa start lebih kuat dalam kondisi regulasi baru ini.
“Power unit Ferrari terlihat sangat kuat saat start, tapi kami melakukan banyak perubahan dan start dari pit lane terasa jauh lebih baik,” ujar Antonelli.
Meski tidak sempat melakukan simulasi start penuh dari grid pada hari terakhir tes akibat masalah tekanan pneumatik pada mobil W17, Antonelli tetap dapat mengumpulkan data dari sesi terbatas sebelum kendala teknis muncul.
“Kami tidak bisa mengujinya dengan sempurna di grid, tapi ini memang menjadi salah satu kelemahan kami. Prosedurnya sangat rumit dan kami harus menyempurnakannya.”
Ia juga menambahkan bahwa tim telah menunjukkan kemajuan menjelang akhir pengujian, meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan sebelum seri pembuka di Melbourne.
“Saya pikir pada hari Jumat kami membuat langkah maju yang cukup baik, tapi masih banyak yang harus diperbaiki.”
Rekan setimnya, George Russell, juga menyoroti isu yang sama, dengan menegaskan bahwa keunggulan performa secara keseluruhan tidak akan berarti jika Mercedes gagal bersaing di fase start.
Sementara itu, pembalap McLaren Oscar Piastri, yang juga menggunakan power unit Mercedes, memiliki pandangan berbeda. Ia menilai performa start cukup bervariasi dan belum menunjukkan pola yang konsisten.
Namun demikian, Piastri tetap mengingatkan bahwa kompleksitas prosedur baru dapat menjadi risiko signifikan jika tidak dijalankan dengan sempurna.
Dengan regulasi baru yang mengubah fundamental start balapan, aspek ini diperkirakan akan menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan hasil lomba pada awal musim 2026, khususnya dalam perebutan posisi di tikungan pertama.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!