Menatap seri kedelapan belas F1 musim ini di Sirkuit COTA, Max Verstappen mengakui bahwa dirinya berpotensi besar harus menerima hukuman penalti mundur posisi start atau grid drop pada balapan-balapan mendatang. Sang juara dunia empat kali sejauh ini belum pernah mendapatkan penalti grid sepanjang tahun akibat melebihi kuota komponen unit daya yang diizinkan dalam regulasi teknis yang ketat.

Pembalap asal Belanda tersebut saat ini sudah berada di ambang batas maksimal penggunaan komponen mesin pembakaran internal keempat, turbocharger keempat, MGU-K ketiga, penyimpan energi ketiga, elektronik kontrol ketiga, dan knalpot keempat. Sementara itu, ia masih memiliki satu sisa komponen tambahan unit daya sebelum akhirnya sanksi penalti resmi dijatuhkan oleh pengawas perlombaan kepada tim Red Bull.

Situasi pelik ini terjadi ketika kalender balap masih menyisakan enam seri krusial sebelum musim kompetisi resmi berganti, termasuk rangkaian balapan akhir pekan di Grand Prix Amerika Serikat di Austin serta dua balapan penutup di kawasan Timur Tengah yakni Qatar dan Abu Dhabi. Kondisi tersebut menempatkan sang pembalap dalam posisi yang sangat rentan untuk segera menerima penurunan posisi start sebelum seri pemungkas tahun ini.

- Advertisement -
Advertisement

"Bahwa kita harus mengambil penalti pada suatu titik, ya, berpotensi," ujar Max Verstappen dalam sesi temu media menjelang GP AS ketika ditanya mengenai kemungkinan sanksi penalti grid yang mengancamnya sebelum akhir musim. Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian mengenai kapan tanggal pasti penalti tersebut akan diambil oleh timnya, sehingga mereka memilih untuk melihat bagaimana situasi berkembang di lintasan.

Baca Juga Kimi Antonelli Prediksi ‘Kejutan’ PU F1 di Melbourne

Berdasarkan regulasi teknis musim ini, para pembalap akan langsung diganjar penalti turun 10 posisi di grid untuk pelanggaran pertama yang melebihi alokasi komponen, diikuti penalti turun lima posisi untuk setiap penambahan komponen berikutnya ke dalam kolam mesin mereka. Jika akumulasi penalti mencapai 16 posisi atau lebih dalam satu akhir pekan balapan, pembalap yang bersangkutan dipastikan harus memulai lomba dari posisi paling buncit di barisan belakang.

Meski bayang-bayang penalti mulai menghantui garasinya, kedatangan Max Verstappen ke Circuit of الل Americas akhir pekan ini tetap membawa modal kepercayaan diri yang sangat tinggi menyusul dua kemenangan beruntun yang diraihnya pada balapan sebelumnya di Sepang dan Singapura. Performa luar biasa ini sekaligus menegaskan kebangkitan kecepatan mobil Red Bull setelah sempat mengalami paruh pertama musim yang kurang kompetitif dan penuh tantangan teknis.