Formula 1, Nusantara Media - Rookie Kimi Antonelli memprediksi unit tenaga Formula 1 2026 akan menghadapi “kejutan” signifikan pada Grand Prix Australia di Melbourne, menyusul perubahan regulasi besar yang meningkatkan porsi tenaga listrik hingga setara dengan mesin pembakaran internal. Adaptasi terhadap manajemen energi menjadi fokus utama menjelang putaran pembuka musim.
Regulasi terbaru Formula 1 musim 2026 mengubah keseimbangan karakteristik power unit secara fundamental. Output tenaga listrik kini memiliki kontribusi yang jauh lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya, memaksa pembalap dan insinyur menata ulang pendekatan pengelolaan energi sepanjang satu putaran. Proses harvesting dan deployment energi menjadi variabel krusial yang dapat menentukan performa, terutama pada lintasan dengan karakter stop-and-go seperti Albert Park.
Antonelli menjelaskan bahwa pengalaman tes pramusim di Bahrain belum sepenuhnya mencerminkan tantangan yang akan dihadapi di Melbourne. Karakter lintasan Bahrain yang relatif abrasif dan memiliki zona pengereman panjang berbeda secara signifikan dibandingkan sirkuit jalan raya semi-permanen di Australia.
“Fokus utamanya adalah mendapatkan deployment yang tepat, karena Melbourne akan sangat berbeda dari apa yang kami alami di Bahrain,” ujar Antonelli kepada media.
“Untuk baterai, ini akan menjadi kejutan besar di Melbourne. Kami hanya perlu menemukan deployment terbaik.”
Ia menegaskan bahwa pekerjaan simulasi akan menjadi bagian penting dalam persiapan tim. Optimalisasi manajemen energi tidak hanya menyangkut strategi penggunaan daya listrik pada lintasan lurus, tetapi juga keseimbangan saat pengereman regeneratif serta transisi ke akselerasi keluar tikungan.
“Itulah sebabnya akan ada banyak pekerjaan di simulator, hanya untuk memastikan semuanya tepat,” tambahnya.
Sebelum tes resmi di Bahrain, tim-tim juga menjalani sesi shakedown di Barcelona. Secara total, terdapat enam hari pengujian di Bahrain yang memungkinkan evaluasi mendalam terhadap kalibrasi sistem energi, pendinginan baterai, serta integrasi dengan sasis. Namun Antonelli menggarisbawahi bahwa waktu tersebut tidak akan tersedia pada akhir pekan balapan.
“Di Bahrain kami memiliki enam hari pengujian, jadi ada banyak waktu untuk menyetel dan menemukan cara terbaik,” jelasnya.
“Tetapi di Melbourne kami hanya memiliki tiga sesi latihan sebelum kualifikasi. Jadi kami harus benar-benar tepat sejak sesi pertama.”
Keterbatasan waktu latihan menjadi tantangan tambahan dalam era power unit baru. Dengan hanya tiga sesi practice, tim harus langsung berada dalam jendela operasional optimal, baik dari sisi pendinginan baterai, konsumsi energi, maupun efisiensi aerodinamika. Kesalahan kecil dalam pemetaan deployment dapat berdampak signifikan terhadap performa satu putaran maupun kecepatan balap.
Selain aspek teknis, perubahan ini juga memengaruhi gaya mengemudi. Pembalap kini dituntut lebih presisi dalam pengaturan throttle, pengereman regeneratif, serta pengelolaan energi di tengah persaingan ketat. Strategi overtaking dan pertahanan posisi pun akan sangat bergantung pada ketersediaan daya listrik pada momen krusial.
Antonelli menilai bahwa akhir pekan pembuka musim akan menjadi kurva pembelajaran yang curam bagi seluruh tim. Performa yang terlihat selama tes pramusim belum tentu mencerminkan hierarki sesungguhnya ketika regulasi baru diuji dalam kondisi balap penuh.
Dengan kombinasi tuntutan teknis dan waktu persiapan yang terbatas, Grand Prix Australia diperkirakan menjadi ujian awal besar bagi sistem power unit 2026. Seberapa cepat tim dapat menemukan konfigurasi deployment optimal akan menjadi faktor penentu dalam menentukan keseimbangan kompetitif pada awal musim Formula 1 2026.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!