Wacana mengenai masa depan Marc Marquez di ajang balap motor paling bergengsi di dunia kembali menjadi sorotan utama setelah sang pebalap secara terbuka berbicara mengenai rencana pensiunnya. Peraih sembilan gelar juara dunia tersebut memperkirakan bahwa siklus regulasi teknis mesin 850cc yang baru mendatang kemungkinan besar akan menjadi babak penutup dari perjalanan kariernya yang luar biasa di kelas utama MotoGP.
Keputusan ini tidak lepas dari akumulasi faktor usia serta rentetan cedera parah yang sempat menghantam kariernya secara berturut-turut sejak musim 2020 silam. Marquez secara realistis mengakui bahwa dirinya tidak memiliki ambisi untuk terus membalap di lintasan hingga usia 40 tahun seperti yang pernah dilakukan oleh salah satu rival abadi dalam kariernya, Valentino Rossi, sehingga target gantung helm diproyeksikan terjadi sebelum tahun 2029.
Dalam sebuah wawancara mendalam bersama media internasional Autosport, pebalap asal Spanyol tersebut menegaskan bahwa tambahan gelar juara dunia tidak akan menjadi penentu utama kapan ia akan memutuskan untuk berhenti. Bagi Marquez, kepuasan batin dan rasa damai dengan diri sendiri jauh lebih penting dibandingkan sekadar menambah koleksi trofi juara dunia di lemari pribadinya menjelang akhir karier profesionalnya.
Sebuah kejuaraan tambahan atau bahkan beberapa kemenangan ekstra dinilai tidak akan mengubah cara pandangnya terhadap masa depan maupun keputusannya untuk meninggalkan dunia balap. Ia merasa bahwa rasa bebas dan kedamaian mental akan menjadi indikator paling kuat saat dirinya benar-benar memutuskan untuk melambaikan tangan terakhir kali kepada para penggemar setia di seluruh dunia.
Ketika disinggung mengenai proyeksi kariernya dalam jangka waktu dekat, pebalap berpaspor Spanyol tersebut memberikan gambaran persentase yang cukup mengejutkan bagi para pecinta balap motor. Berdasarkan kontrak terbarunya yang telah resmi diikat bersama Ducati hingga penghujung tahun 2028, ia memperhitungkan probabilitas yang sangat tinggi untuk segera meninggalkan paddock MotoGP.
Baca Juga Alex Marquez Raih Podium Tak Terduga di MotoGP Misano 2025Kontrak resmi yang baru saja disahkan pada bulan Juni lalu tersebut diyakini kuat bakal menjadi lembaran kontrak profesional terakhir dalam perjalanan panjang karier gemilang Marquez di MotoGP. Dengan durasi kontrak yang berjalan hingga beberapa tahun ke depan, ia akan terus bersaing di level tertinggi sebelum akhirnya benar-benar menepi dari persaingan ketat lintasan balap dunia.
Lebih lanjut, masa-masa akhir kontrak tersebut juga akan mempertemukan Marquez dalam persaingan sengit di garasi tim maupun lintasan melawan kompatriot mudanya yang sangat ambisius, yakni Pedro Acosta. Dilansir dari FormulaPassion, dinamika persaingan antar-generasi pebalap Spanyol ini diprediksi bakal menjadi tontonan yang sangat emosional dan penuh drama sebelum era sang legenda benar-benar ditutup untuk selamanya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!