Sebuah momen emosional dan penuh kehangatan mewarnai garasi tim Red Bull Racing usai rangkaian akhir pekan Grand Prix Brasil di Sirkuit Interlagos beberapa waktu lalu. Sang juara dunia Formula 1 empat kali, Max Verstappen, memberikan penghormatan tertinggi kepada salah satu sosok paling berjasa di balik layar, yakni mekanik senior Ole Schack, yang menjalani balapan terakhirnya bersama skuad asal Milton Keynes tersebut setelah mengabdi selama lebih dari dua dekade penuh dedikasi tanpa henti.

Ole Schack bukanlah nama sembarangan di dalam struktur internal tim yang berpangkalan di Inggris itu. Ia telah membersamai perjalanan Red Bull sejak musim perdana mereka di ajang Formula 1 pada tahun 2005 silam. Sebagai mekanik bagian depan yang memegang kendali krusial pada mobil jawara, Schack telah menyaksikan dan menjadi bagian integral dari seluruh fase kejayaan tim, mulai dari era awal penyesuaian, masa-masa kejayaan bersama Sebastian Vettel, hingga era dominasi mutakhir yang kembali diraih bersama Verstappen dalam beberapa tahun terakhir.

Keputusan besar diambil oleh mekanik asal Denmark tersebut untuk meninggalkan hingar-bingar kehidupan sirkuit internasional yang melelahkan demi memprioritaskan kehidupan pribadi dan keluarganya di rumah. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan media asal Belanda, De Telegraaf, Schack mengungkapkan alasan mendasar di balik kepergiannya yang sarat akan nostalgia tersebut. Ia merasa sudah saatnya membayar waktu yang hilang bersama orang-orang tercinta setelah bertahun-tahun hidup di jalan demi mengikuti kalender balap yang sangat padat dan menuntut fisik serta mental secara maksimal.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya merindukan keluarga saya dan saya ingin memberikan sesuatu kembali kepada mereka, karena saya jelas telah sedikit egois dengan berada jauh begitu lama," jelas Schack menggambarkan keputusannya untuk mundur dari hingar-bingar balap jet darat dunia. Ia juga menambahkan rasa bangganya terhadap perjalanan panjang yang telah dilaluinya. "Saya bangga telah menjadi bagian dari tim ini, melalui semua suka dan duka. Saat-saat terakhir itu akan menjadi istimewa, tetapi di atas segalanya, saya menyadari betapa besar hutang budi saya kepada Red Bull."

Sebagai bentuk apresiasi mendalam atas dedikasi luar biasa tersebut, Max Verstappen secara langsung menyerahkan helm balap khusus yang ia gunakan selama akhir pekan Grand Prix Brasil kepada sang mekanik setia. Rekaman video saat pembalap asal Belanda tersebut memberikan pelukan hangat dan menyerahkan helm spesial itu langsung menjadi viral di berbagai platform media sosial, memancing gelombang kekaguman dari para penggemar balap di seluruh penjuru dunia. Tidak hanya helm dari Verstappen, pihak tim manajemen juga memberikan hadiah kenang-kenangan berupa kaleng minuman energi Red Bull edisi khusus dengan cetakan daftar statistik karier lengkap Schack selama dua dekade berkiprah di garasi tim.

Baca Juga Dominasi Antonelli di Texas Kunci Gelar Juara Dunia F1 2026

Sebelum mendedikasikan keahliannya untuk merawat mobil balap yang dikendarai oleh Verstappen, jejak rekam Schack di dunia Formula 1 sudah terukir sejak era awal Red Bull. Tercatat ia pernah mengemban tugas sebagai mekanik andalan untuk mantan pembalap asal Skotlandia, David Coulthard, pada rentang tahun 2005 hingga 2008. Setelah era Coulthard usai, Schack dipercaya untuk memegang mobil dari Sebastian Vettel pada periode keemasan tahun 2009 hingga 2014, sebelum akhirnya menjadi salah satu pilar penting di garasi sisi Verstappen hingga masa purna baktinya dari kehidupan sirkuit saat ini.

Kepergian Ole Schack menandai berakhirnya sebuah babak sejarah yang sangat penting bagi struktur operasional tim di garasi Red Bull Racing. Kehadiran sosok berpengalaman seperti dirinya akan sangat dirindukan, tidak hanya oleh para teknisi dan insinyur yang telah bekerja berdampingan selama bertahun-tahun, tetapi juga oleh para pembalap yang mengandalkan ketelitian tangannya demi meraih kemenangan di atas lintasan. Warisan dedikasi dan profesionalisme yang ditinggalkan oleh Schack kini akan dikenang sebagai salah satu fondasi keberhasilan jangka panjang tim yang bermarkas di Milton Keynes tersebut dalam sejarah modern ajang balap mobil paling bergengsi di dunia.

Max Verstappen dan tim Red Bull Racing di Formula 1
Max Verstappen memberikan penghormatan emosional kepada mekanik senior Ole Schack. (Foto: Alastair Staley / LAT Images via Getty Images)