Pembalap asal Latvia, Martins Sesks, saat ini tengah mengevaluasi nilai dari kampanye mobil Rally1 yang telah ia jalani dalam beberapa musim terakhir di ajang Kejuaraan Reli Dunia (WRC). Menatap musim 2027 yang membawa angin perubahan besar pada regulasi teknis, bursa transfer pembalap berada dalam ketidakpastian yang cukup tinggi bagi banyak pihak, termasuk bagi dirinya sendiri.

Perubahan regulasi yang akan datang mencakup penyesuaian mobil Rally1 agar sejajar dengan spesifikasi Rally2, serta kehadiran opsi kit khusus bagi produsen Rally2 untuk mengangkat performa kendaraan ke level Rally1. Di tengah dinamika masuknya pabrikan baru dan mundurnya pihak lain, Sesks mengungkapkan keinginannya untuk tetap bisa mengemudikan kendaraan kompetitif di berbagai ajang reli global pada tahun 2027 mendatang.

Perjalanan karier Sesks mulai menarik perhatian dunia ketika ia mencatatkan penampilan gemilang pada musim 2024 di Reli Polandia dan reli kandangnya di Latvia. Pencapaian tersebut membantunya mengamankan program paruh waktu bersama tim M-Sport. Kendati demikian, tantangan teknis dan berbagai kendala di lintasan kerap menghalanginya untuk melampaui hasil finis terbaik kelima yang ia raih pada debutnya di Polandia.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam wawancaranya dengan DirtFish, pembalap berusia 27 tahun tersebut menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk menentukan rencana idealnya ke depan. Ia kini ingin melihat secara objektif apakah investasi dan kerja keras melalui program Rally1 yang didanai secara privat selama dua setengah tahun terakhir benar-benar membuahkan hasil yang sepadan.

“Saya hanya ingin melihat hasil dari dua tahun ini, apa yang telah kami lakukan, dan apa yang saat ini ditawarkan oleh tim atau pihak lain,” ujar Sesks menjelaskan situasi kariernya saat ini.

Baca Juga Dilema Juara Dunia WRC Elfyn Evans Pilih Nomor 1 atau 33

“Saya hanya ingin melihat apakah itu semua sepadan, bekerja selama dua setengah tahun untuk memiliki program yang layak dan kemudian kita lihat nanti,” tambahnya menegaskan evaluasi yang tengah ia lakukan bersama tim.

Refleksi atas musim kompetisi yang telah dilalui menunjukkan adanya berbagai hambatan teknis yang memengaruhi performa di lintasan. Sesks menyebutkan bahwa hampir tidak ada satu pun reli yang dilalui tanpa adanya kendala, meskipun ia juga mengakui beberapa kesalahan murni berasal dari dirinya sendiri seperti saat berlaga di Finlandia dan Estonia.