Kepala Tim Mercedes Formula 1, Toto Wolff, secara terbuka mengakui bahwa dirinya saat ini sedang memproses seleksi ketat atau vetting terhadap beberapa individu yang diproyeksikan untuk mengambil alih peran kepemimpinannya di masa mendatang. Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari perencanaan suksesi jangka panjang di tubuh skuad panah perak, mengingat usianya yang kini telah menginjak 54 tahun serta perjalanan panjangnya memimpin tim sejak bergabung pada musim 2013 sebagai bos motorsport sekaligus direktur eksekutif.
Di bawah kepemimpinan pria asal Austria tersebut, Mercedes telah melalui era paling mendominasi dan tersukses dalam sejarah modern ajang balap kasta tertinggi dunia, termasuk mengantar Lewis Hamilton dan Nico Rosberg meraih gelar juara dunia pembalap secara berturut-turut dari musim 2014 hingga 2020. Tidak hanya berhenti pada masa kejayaan lalu, Mercedes kini juga terus menatap masa depan yang kompetitif, termasuk mengawal talenta muda berbakat yang menunjukkan performa impresif di lintasan balap dunia.
Berbicara dalam sebuah wawancara mendalam di siniar Cheeky Pint, Wolff membeberkan gambaran kehidupan setelah dirinya resmi menanggalkan posisi operasional sehari-hari, sembari menegaskan bahwa kepemilikan sahamnya yang kini telah meningkat hingga 33 persen membuat dirinya tidak akan bisa benar-benar meninggalkan merek asal Jerman tersebut secara total. Ia menyadari betul bahwa transisi kepemimpinan harus dirancang secara sangat cermat agar stabilitas tim tetap terjaga tanpa adanya intervensi yang mengganggu operasional harian.
Dalam pemaparannya, Wolff menjelaskan bahwa tugas kepemimpinannya kelak kemungkinan besar akan dibagi ke dalam dua atau tiga posisi berbeda yang saat ini sedang diisi oleh figur-figur potensial yang telah menunjukkan kinerja luar biasa dengan keunggulan masing-masing di berbagai bidang. "Akan ada struktur manajemen yang solid. Saya percaya pekerjaan saya akan dibagi di antara dua atau tiga orang yang sedang saya seleksi saat ini dan saya yakini sudah melakukan pekerjaan hebat dengan segala kekuatan mereka di berbagai area," ujar Wolff.
Baca Juga Max Verstappen Start P20, Red Bull Selidiki Kecelakaan KualifikasiLebih lanjut, ia menegaskan bahwa perpisahan total dari garasi tim tidak mungkin terjadi selama ia dan keluarganya masih memegang kepemilikan saham yang signifikan. Oleh karena itu, transisi menuju peran sebagai komisaris eksekutif atau non-eksekutif menjadi skenario paling masuk akal yang tengah dipersiapkan secara matang. "Jadi, peran kepemimpinan eksekutif maupun non-eksekutif semacam itu adalah sesuatu yang mungkin terjadi. Namun, itu harus dilakukan dengan cara yang sangat-sangat tepat, karena Anda tidak bisa berada di pinggir lapangan dan ikut campur dalam urusan bisnis sehari-hari," tambahnya.
Sebelum menakhodai kejayaan Mercedes di era turbo-hybrid, Wolff memiliki rekam jejak kepemilikan saham dan kursi dewan direksi di tim Williams sejak tahun 2009 hingga 2012, di mana ia sempat mengantar skuad tersebut meraih kemenangan terakhir mereka di Grand Prix Spanyol 2012 melalui pebalap Pastor Maldonado. Dengan pengalaman panjang tersebut, persiapan suksesi yang matang di Mercedes diyakini akan menjaga arah panah perak tetap berada di jalur kemenangan dalam persaingan regulasi teknis F1 di masa depan.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!