Jorge Martin datang ke Misano dengan status pemuncak klasemen MotoGP, tetapi ia menegaskan bahwa keunggulan 19 poin atas Marc Marquez bukanlah segalanya. Menjelang seri kandang Aprilia, pembalap Spanyol itu justru lebih fokus pada konsistensi daripada sekadar mempertahankan posisi.

Dalam tiga pebalap yang secara matematis bisa memimpin kejuaraan setelah balapan Minggu nanti, dua di antaranya berasal dari tim pabrikan Aprilia. Martin unggul 19 poin atas Marc Marquez dari Ducati, dan 24 poin atas rekan setimnya, Marco Bezzecchi. Baik Marquez maupun Bezzecchi sama-sama telah meraih empat kemenangan grand prix, sementara Martin baru satu.

Ketajaman Martin justru terletak pada konsistensinya. Sejak Assen, ia tak pernah turun dari puncak klasemen. Namun, keunggulan itu bisa sirna jika kembali kehilangan banyak poin seperti yang terjadi di Aragon, di mana Marquez unggul 21 poin darinya. Meski begitu, Martin menegaskan bahwa memimpin klasemen bukanlah prioritas utamanya.

- Advertisement -
Advertisement

“GP Misano selalu spesial ketika Anda berada di tim Italia, dan bersama Aprilia serta para penggemar, saya yakin akhir pekan ini akan luar biasa,” ujar Martin. “Kami menuju sirkuit yang saya sukai setelah tampil baik di Aragon, dan kami punya tujuan yang jelas. Memimpin klasemen itu penting bagi seluruh tim Aprilia, tetapi kami sudah melihat bahwa dengan jarak yang ketat, ini bukan prioritas atau faktor penentu. Kami harus terus fokus pada pekerjaan kami. Saya tidak sabar untuk naik ke RS-GP26 dan memberikan yang terbaik di balapan kandang Aprilia.”

Di sisi lain, Bezzecchi datang dengan ambisi menggandakan kemenangan kandang Italia setelah sukses emosional di Mugello pada Mei lalu. Di Aragon, ia tampil kompetitif melawan Marquez di kualifikasi dan Sprint. Tahun lalu di Misano, ia finis kedua di belakang pebalap Ducati itu setelah duel sengit.

Baca Juga Jorge Martin Akui Masih Tertinggal, Target Kejar Rivalnya

“Saya sangat senang bisa pergi ke Misano,” kata Bezzecchi. “Akan luar biasa bisa bertemu lagi dengan semua penggemar kami, meski ini pasti akhir pekan yang menuntut. Saya tidak sabar untuk kembali ke trek dengan RS-GP26 saya.”

Sementara itu, Fabio di Giannantonio yang berada di posisi keempat tertinggal 48 poin dari Martin. Dengan maksimal 37 poin yang tersedia di setiap akhir pekan MotoGP, peluangnya untuk menyalip masih terbuka, tetapi ia harus tampil sempurna.