MotoGP, Sportrik Media - Pembalap Jorge Martin mengungkapkan dirinya masih tertinggal dari para rival setelah menjalani tes pramusim MotoGP 2026 di Buriram, meski merasa motor Aprilia RS-GP26 kini jauh lebih sesuai dengan gaya balapnya.
Juara dunia 2024 itu baru kembali turun ke lintasan setelah absen di Sepang akibat pemulihan pasca operasi. Dengan hanya dua hari pengujian, Martin mampu mengakhiri tes di posisi delapan dan menunjukkan progres signifikan dalam adaptasinya terhadap motor baru.
Ia menyebut bahwa tim telah menemukan basis set-up yang cukup solid untuk lintasan Buriram, khususnya dalam aspek aerodinamika yang kini menawarkan fleksibilitas pilihan sesuai karakter sirkuit.
“Saya pikir kami menemukan sedikit dasar untuk trek ini,” ujar Martin.
“Kami berada dalam posisi yang baik dari sisi aerodinamika. Kami punya beberapa pilihan tergantung kebutuhan lintasan, dan itu sangat membantu.”
Meski demikian, Martin mengakui bahwa dari sisi kecepatan balap, dirinya masih tertinggal sekitar dua hingga tiga persepuluh detik dari para pembalap terdepan. Ia menilai masih ada pekerjaan rumah terutama dalam menyempurnakan aspek elektronik dan konsistensi selama akhir pekan balap.
“Saya merasa konsisten, tapi kami masih tertinggal dua hingga tiga persepuluh dari pembalap tercepat dalam hal pace.”
“Untuk time attack juga saya masih punya margin, tapi saya sudah cukup cepat. Ada peningkatan besar dibanding musim lalu.”
Martin juga menekankan bahwa RS-GP26 kini memberikan rasa berkendara yang lebih natural dibandingkan sebelumnya. Hal ini memungkinkan dirinya untuk memaksimalkan potensi tanpa harus mengubah gaya balap secara signifikan.
“Dengan motor ini saya bisa mengeluarkan potensi saya. Saya tidak perlu melakukan hal yang berbeda dari sebelumnya, dan kecepatan itu datang dengan sendirinya.”
Meski menunjukkan perkembangan positif, Martin memilih untuk tetap berhati-hati dalam memasang ekspektasi menjelang seri pembuka. Ia menilai karakteristik Buriram cukup unik dan belum tentu merepresentasikan performa di sirkuit lain seperti Austin atau Jerez.
“Saya tidak ingin terlalu optimistis, karena ini trek yang cukup aneh. Ketika pindah ke trek lain, semuanya bisa berubah.”
Dengan kondisi fisik yang semakin membaik dan pemahaman motor yang meningkat, Martin memasuki MotoGP 2026 dengan fondasi yang lebih kuat. Namun, gap performa yang masih ada menjadi fokus utama untuk ditutup jika ingin kembali bersaing di barisan depan.
Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!