Ketegangan antara Fabio Quartararo dan Yamaha mencapai titik didih di Aragon, dan kini pertanyaan besar menggantung di paddock: bisakah keduanya bertahan hingga akhir musim 2026? Juara dunia 2021 itu sudah memutuskan hengkang ke Honda, tetapi sembilan balapan tersisa masih harus dilalui bersama Yamaha.

Masalah dimulai ketika Yamaha menolak izin Fabio Quartararo untuk menguji ban Pirelli di Red Bull Ring pekan depan. Sebagai pembalap yang pindah tim pada 2027, beberapa rider lain justru mendapat lampu hijau. Keputusan ini memicu reaksi keras dari Quartararo, yang menyatakan tak akan lagi membantu pengembangan motor V4 Yamaha untuk 2027.

Padahal, tes internal kedua untuk motor 850cc dan ban Pirelli dijadwalkan berlangsung Senin setelah Grand Prix Austria. Bagi Quartararo, ini adalah kesempatan penting untuk mempersiapkan masa depannya di Honda. Penolakan Yamaha terasa seperti tamparan, apalagi ia merasa sudah memberikan segalanya untuk proyek yang tak kunjung kompetitif musim ini.

- Advertisement -
Advertisement

Yamaha bukannya diam. Paolo Pavesio dan Massimo Meregalli mengeluarkan pernyataan tegas untuk merespons kritik Quartararo. Manajemen tim tampak berusaha menjaga citra, tetapi di balik layar, hubungan kedua pihak jelas retak. Atmosfer di garasi diprediksi akan semakin canggung di Misano akhir pekan ini.

Podcast Crash MotoGP terbaru membahas topik ini secara mendalam. Para jurnalis menyoroti bagaimana dinamika ini bisa memengaruhi performa Quartararo di sembilan seri tersisa. Tekanan psikologis jelas ada, dan ini bisa menjadi bumerang bagi Yamaha jika pembalap utamanya kehilangan motivasi.

Baca Juga Francesco Bagnaia Gagal Q2 di Thailand, Akui Kesalahan Sendiri

Di sisi lain, persaingan gelar justru memanas. Hanya 24 poin memisahkan tiga besar klasemen: Jorge Martin, Marc Marquez, dan Marco Bezzecchi. Misano bisa menjadi titik balik, dengan Marquez yang tengah dalam performa impresif setelah double kemenangan di Aragon.

Bagi Quartararo, fokus utama mungkin sudah bergeser ke masa depan. Namun, profesionalisme menuntutnya tetap tampil maksimal. Pertanyaannya, seberapa besar dampak konflik ini terhadap hasilnya di lintasan? Musim 2026 masih panjang, dan kisah antara pembalap Prancis dan pabrikan Jepang ini belum selesai.