Paddock Formula 1 kembali dihangatkan oleh perang urat syaraf antara petinggi tim. Prinsipal tim Red Bull yang baru, Laurent Mekies, secara tegas menolak klaim pedas yang dilontarkan oleh pendahulunya, Christian Horner. Sebelumnya, Horner sempat melontarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah wawancara bahwa skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut telah kehilangan sentuhan magis dan karisma khasnya sejak kepergian dirinya dari kursi kepemimpinan.
Dinamika internal Red Bull memang mengalami gejolak luar biasa sepanjang musim 2025. Christian Horner harus lengser dari jabatannya sebagai CEO sekaligus prinsipal tim pada Juli 2025 lalu setelah dua dekade memegang kendali penuh, menyusul serangkaian perebutan kekuasaan internal serta penurunan performa yang cukup drastis di lintasan. Kepemimpinan kemudian beralih ke tangan Laurent Mekies, yang sejauh ini mendapat banyak apresiasi atas kemampuannya menstabilkan situasi dan membawa tim keluar dari periode krisis yang cukup pelik.
Namun, ketenangan tersebut terusik ketika Christian Horner secara terbuka mengkritik kondisi internal mantan timnya, dengan menyebut bahwa Red Bull telah kehilangan roh, kehadiran, serta atmosfer kompetitif yang selama ini menjadi identitas mereka. Menanggapi serangan verbal tersebut dalam sesi konferensi pers resmi menjelang Grand Prix Kota Meksiko, Laurent Mekies memberikan respons yang sangat terukur namun menohok.
Dalam tanggapannya, prinsipal asal Prancis itu menghormati hak berpendapat Christian Horner mengingat sejarah panjang yang telah diukirnya bersama skuad juara dunia tersebut. Kendati demikian, Laurent Mekies menegaskan bahwa apa yang dirasakan di dalam garasi saat ini sangatlah bertolak belakang dengan apa yang digambarkan oleh mantan bos mereka. Semangat kolektif justru menjadi fondasi terkuat yang menyelamatkan mereka dari keterpurukan awal musim.
"Pertama-tama, Christian berhak atas opininya sendiri. Ia jelas menghabiskan banyak waktu di tim ini dan saya menghormati sudut pandangnya," ujar Laurent Mekies memberikan tanggapan di hadapan para awak media.
Baca Juga Hulkenberg Hindari Tabrakan Besar dengan Rekan Setim Audi di GP Belanda"Kami tentu merasakan hal yang sangat berbeda mengenai atmosfer di dalam tim. Salah satu poin kuat yang kami nikmati dalam beberapa bulan terakhir adalah semangat tim yang luar biasa, yang telah memungkinkan kami bangkit dari momen yang secara objektif sangat sulit," lanjutnya dengan nada penuh keyakinan.
Lebih lanjut, Laurent Mekies menjelaskan bahwa ujian sebenarnya dari sebuah organisasi olahraga bukanlah pada saat mereka mendominasi dan meraih kemenangan dengan mudah, melainkan bagaimana mereka menyatukan barisan di bawah tekanan hebat. Tantangan teknis yang masif di paruh pertama musim, baik dari sektor sasis maupun unit daya, justru membakar semangat juang para insinyur dan mekanik di markas Red Bull.
Saat ini, Red Bull berada di posisi ketiga klasemen sementara konstruktor dengan sisa lima balapan penutup musim, bersaing ketat dalam perolehan poin yang setara dengan rival terdekat mereka. Meskipun kebangkitan sejauh ini telah membuahkan hasil positif yang memuaskan, Laurent Mekies menegaskan bahwa ambisi akhir mereka di ajang Formula 1 belum sepenuhnya tercapai hingga kembali berdiri di puncak kejayaan dunia.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!