Akhir pekan balap Formula 1 di Austin menyisakan banyak pekerjaan rumah bagi Oracle Red Bull Racing setelah serangkaian kendala teknis dan operasional mengganggu peluang kemenangan mereka. Meskipun Max Verstappen sempat hampir meraih kemenangan di jalanan Baku dan tampil dominan di Malaysia serta Singapura, performa di Circuit of the Americas justru jauh dari kata sempurna.

Mengevaluasi akhir pekan yang berat di Texas tersebut, sang juara dunia tidak menutup-nutupi berbagai kelemahan krusial yang dialami kinerjanya dan tim. Masalah komunikasi radio, start yang kurang konsisten, hingga pemilihan strategi balap yang keliru menjadi kombinasi pahit yang merusak peluang mereka untuk bertarung di barisan terdepan.

"Kami memiliki beberapa masalah yang harus diselesaikan. Komunikasi radio beberapa kali tidak berfungsi dengan baik tahun ini, dan kami sudah memeriksanya. Start kami juga harus lebih konsisten, dan kami tidak menerapkan strategi balap yang tepat di Austin. Ketika semua faktor itu bergabung, tentu sangat sulit untuk memenangi sebuah balapan," ungkap Verstappen saat ditemui di paddock Autodromo Hermanos Rodriguez.

- Advertisement -
Advertisement

Melihat betapa kacaunya situasi operasional di Texas, pembalap asal Belanda tersebut bahkan merasa heran masih bisa mengamankan posisi di atas podium. Ia mengakui bahwa timnya biasanya sangat presisi dalam eksekusi Grand Prix, namun akhir pekan lalu menjadi pengecualian langka di mana segala sesuatunya berjalan di luar kendali.

"Dengan latar belakang situasi tersebut, cukup mengejutkan kami masih bisa berdiri di atas podium juara. Biasanya kami sangat baik dalam mengeksekusi sebuah Grand Prix, tetapi Texas adalah akhir pekan di mana segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik. Hal seperti itu bisa saja terjadi," tambahnya.

Menanggapi situasi internal tim, Team Principal Red Bull Racing, Laurent Mekies, memberikan pandangan blak-blakan mengenai akhir pekan yang berantakan di Amerika Serikat. Pria asal Prancis berusia 49 tahun itu mengakui bahwa timnya gagal menampilkan standar kerja tinggi yang sebelumnya terlihat di Malaysia dan Singapura, meski ia juga mengakui kecepatan Kimi Antonelli bersama Mercedes-AMG Petronas terlalu tangguh.

Baca Juga Lonjakan Pelecehan, Franco Colapinto Minta Penggemar Hentikan Serangan

"Apa yang bisa saya konfirmasikan adalah kami menampilkan balapan yang tidak bersih di Texas. Beberapa masalah di Austin memang sudah kami duga, sementara yang lainnya tidak. Pada akhirnya Kimi Antonelli di dalam mobil Mercedes memang terlalu kuat, tetapi kami jelas tidak bekerja pada level tinggi seperti sebelumnya di Malaysia dan Singapura. Hal itu harus jauh lebih baik di sini, di Meksiko," tegas Mekies di paddock Autodromo Hermanos Rodriguez.

Memasuki rangkaian GP Meksiko, Mekies menekankan bahwa tantangan di trek ibu kota Meksiko ini akan sangat berbeda akibat karakteristik geografis dan ketinggian sirkuit yang ekstrem. Ia menyebut faktor ketinggian udara membuat Meksiko selalu menjadi anomali dalam hal urutan kekuatan grid, sehingga peta persaingan yang sesungguhnya masih sulit diprediksi secara pasti.

"Sejauh ini semuanya berjalan normal di sini. Ayumu Iwasa telah melakukan pekerjaan luar biasa sebagai pengganti Verstappen dan membantu kami mengevaluasi suku cadang baru kami. Kami sempat mengalami sedikit masalah mesin pada mobil Isack Hadjar, tetapi itu tidak ada hubungannya dengan ketinggian ekstrem di sini. Saya rasa Meksiko adalah sebuah anomali dalam hal urutan kekuatan karena faktor ketinggian tersebut, dan di mana posisi persis kami saat ini, saya belum bisa memastikannya," tutup Mekies.