Insiden menegangkan terjadi di sesi kualifikasi ajang Formula 1 GP Singapura, di mana pembalap veteran Nico Hulkenberg secara mengejutkan berhasil mempertahankan posisi start 10 besar miliknya. Keputusan penting dari pengawas balapan ini langsung menjadi sorotan utama paddock setelah sang pembalap terbukti sempat menghalangi laju pembalap andalan Ferrari, Carlos Sainz, di Tikungan 5 dalam sebuah putaran pendinginan yang krusial.
Situasi tersebut bermula ketika Sainz sedang berusaha keras memaksimalkan putaran terakhirnya di sesi Q2 demi mengamankan tiket menuju fase perebutan pole position. Namun, usahanya harus kandas di tengah jalan setelah ia terhalang oleh mobil Hulkenberg yang melaju lambat tepat di jalur balap ideal. Akibat insiden ini, Sainz terpaksa membatalkan catatan waktunya dan harus puas tersingkir lebih awal di posisi ke-14, sementara Hulkenberg sendiri awalnya juga tersisih di peringkat ke-11 sebelum akhirnya mendapatkan keuntungan dari penalti grid yang dijatuhkan kepada pembalap lain.
Bahkan, Hulkenberg tidak dapat menyembunyikan rasa pasrahnya dan secara terbuka memperkirakan bahwa dirinya bakal dijatuhi sanksi berat oleh pengawas balapan akibat insiden tersebut. Menanggapi penyelidikan yang dilakukan selepas sesi kualifikasi, ia sempat mengungkapkan kebingungannya kepada media mengenai kurangnya komunikasi dari garasi tim perihal posisi pembalap lain di belakangnya. Saya tidak tahu, saya tidak diberi tahu, saya pikir dia sedang dalam putaran pendinginan atau semacamnya, saya tidak tahu. Saya tidak mendapat panggilan radio, dan ya, tentu saja situasinya tidak terdengar bagus, ujar Hulkenberg menggambarkan kebingungannya saat itu.
Namun, di luar dugaan banyak pihak, pengawas balapan memutuskan untuk membebaskan Hulkenberg dari hukuman penalti grid berkat apa yang mereka sebut sebagai keadaan luar biasa yang dapat dimaklumi. Berdasarkan investigasi mendalam, terungkap bahwa tim memberikan informasi keliru kepada sang pembalap melalui radio setelah mengandalkan data dari penyedia waktu resmi yang mengalami sinkronisasi tidak sempurna. Pihak tim meyakini bahwa Sainz telah melewati garis finis dan mengibarkan bendera kotak-kotak, sehingga mereka tidak mengantisipasi keberadaan mobil Ferrari yang masih melaju kencang di belakang.
Baca Juga Max Verstappen Belum Capai Puncak Performa, Kata Mantan Bos F1Para pengawas balapan menegaskan bahwa kesalahan tersebut murni bersumber dari ketidaksesuaian data waktu resmi yang diterima para kontestan untuk beberapa saat singkat. Kesalahpahaman itu terbukti disebabkan oleh informasi awal yang diterima tim tidak sepenuhnya disinkronkan dan baru ditampilkan secara benar setelah jeda waktu yang pendek. Namun, pemrosesan ulang tersebut baru terjadi setelah Sainz tiba tepat di belakang Hulkenberg, sehingga merampas kesempatan tim untuk meralat instruksi kepada pembalap mereka.
Dalam penilaian resmi pengawas balapan, tindakan mobil nomor 55 tersebut memang terbukti terhalang secara tidak perlu di atas lintasan. Kendati demikian, keberadaan faktor eksternal berupa ketidakkonsistenan data dari penyedia resmi membuat sanksi akhirnya ditiadakan demi keadilan situasional. Sementara itu, bos tim Williams, James Vowles, turut memberikan pandangannya terhadap kekacauan sistem data tersebut dengan menyatakan bahwa insiden ini menuntut perbaikan prosedur yang lebih ketat ke depannya agar tidak terulang kembali.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!