Aksi dramatis tersaji dalam ajang balap mobilツーリング DTM di Sirkuit Hockenheimring, di mana insiden horor yang melibatkan Luca Engstler harus dibayar mahal oleh tim ABT Sportsline. Kecelakaan berkecepatan tinggi yang terjadi pada balapan pertama akhir pekan ini membuat kendaraan Lamborghini Temerario GT3 yang dikemudikannya mengalami kerusakan struktural yang sangat parah. Dampak langsung dari insiden tersebut, pembalap asal Jerman itu dipastikan terpaksa absen pada balapan penutup musim hari Minggu, menyisakan 20 mobil saja di grid start final.
Bencana bermula ketika memasuki putaran kedua balapan. Dalam duel ketat memperebutkan posisi terdepan tepat di area menjelang tribun timur, kontak fisik tak terhindarkan antara Engstler dan rivalnya, Lucas Auer. Senggolan keras tersebut langsung memicu hilangnya kendali, membuat mobil melintir hebat dan menghantam pagar pembatas lintasan dengan benturan yang sangat masif. Situasi ini langsung memicu kekhawatiran besar di garasi tim mengingat besarnya energi dari tubrukan tersebut.
Kepala Tim ABT Sportsline, Thomas Biermaier, memberikan konfirmasi resmi mengenai kondisi kendaraan yang nyaris tak bersisa kepada media. "Chassis, girboks, dan bagian dari mesin mengalami kerusakan patah, yang membuat kerusakan di sini tidak dapat diperbaiki dan mobil sudah tidak bisa digunakan lagi," ujar Biermaier. Di tengah kekecewaan mendalam atas hancurnya aset tim, ia tetap memanjatkan rasa syukur yang mendalam karena pembalap andalannya lolos dari maut. "Puji Tuhan dan untungnya, yang paling utama adalah Luca berada dalam kondisi baik-baik saja," tambahnya.
Analisis data telemetri yang dilakukan oleh tim teknik sesaat setelah insiden mengungkapkan betapa mengerikannya detik-detik kecelakaan tersebut. Biermaier menjelaskan bahwa data mengonfirmasi kekhawatiran terbesar mereka mengenai kecepatan tinggi saat insiden terjadi. Ketika terjadi kontak awal dengan mobil yang dikemudikan Auer, kecepatan tercatat mencapai 210 kilometer per jam, sementara pada saat mobil mulai berputar tak terkendali, kecepatan masih berada di angka 190 kilometer per jam.
Baca Juga Tragedi Mallorca: Pereli Jerman Tewas dan Co-Driver KritisKendati demikian, besaran kecepatan pasti saat benturan akhir tidak dapat diukur secara presisi oleh sistem komputer karena mesin mobil seketika mati saat benturan terjadi, sehingga memutus suplai data telemetri. Keputusan apakah mobil Lamborghini tersebut masih layak diperbaiki atau memerlukan penggantian chassis baru secara menyeluruh baru akan diputuskan setelah tim kembali ke workshop markas mereka di Kempten untuk membongkar total komponen kendaraan.
Akhir pekan yang semula menjanjikan potensi poin besar dan modal positif menghadapi libur musim dingin kini berubah menjadi mimpi buruk yang pahit. Biermaier menyayangkan akhir musim yang antiklimaks ini, mengingat potensi besar yang sebenarnya dimiliki oleh tim sebelum insiden maut di Hockenheimring merusak segalanya.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!