Pembalap David Reynolds dikenal sebagai sosok yang jenaka dan pemikir alternatif di ajang Supercars, dan ia menemukan cara yang sangat unik untuk memperingati dua dekade kepergian legenda balap Australia, Peter Brock. Keputusan untuk menghidupkan kembali babak paling aneh dalam sejarah sang legenda ini menjadi sorotan jelang ajang balap ketahanan bergengsi di Mount Panorama. Sejarah mencatat bahwa keyakinan Brock pada pertengahan tahun 1980-an untuk memasang kotak kecil berisi kristal, magnet, dan kertas timah ke mobil jalan raya HDT miliknya—yang dikenal sebagai Energy Polarizer—sempurkan merusak bisnis menguntungkannya saat itu. Keyakinan bahwa perangkat tersebut mampu meningkatkan penanganan, performa, dan efisiensi bahan bakar lahir dari asosiasinya dengan seorang chiropractor bernama Eric Dowker.
Aksi penghormatan bertajuk Polarizer dari Team 18 ini awalnya terungkap lewat sebuah video media sosial yang memperlihatkan Reynolds bersama rekan setimnya, James Courtney, sedang menggali tanah demi menemukan perangkat tersebut dalam sebuah simulasi berburu harta karun. Namun di balik kelucuan video tersebut, Reynolds mengungkapkan bahwa misi pencarian benda aslinya di dunia nyata jauh lebih rumit dari yang dibayangkan. Perburuan ini melibatkan berbagai jaringan luas di dunia balap otomotif demi mendapatkan artefak bersejarah yang kini sangat langka di pasaran.
Reynolds menceritakan betapa sulitnya melacak keberadaan kotak kontroversial tersebut kepada Speedcafe. "Kami mulai menelepon semua orang yang kami kenal yang memiliki koneksi ke era itu, dan tidak seorang pun memilikinya. Tidak ada seorang pun," ujar David Reynolds. Upaya pencarian sempat menemui jalan buntu karena langkanya barang original, sementara opsi lain seperti membeli secara daring dibanderol dengan harga yang tidak masuk akal, atau bahkan berisiko mendapatkan barang tiruan yang dianalogikannya sebagai produk murah.
Rangkaian pencarian tersebut bahkan sempat menyeret nama Kenny Habul, sosok yang baru saja mengakuisisi merek HDT, meski kontak tersebut hanya berujung pada kesepakatan sponsor kecil tanpa hasil berupa benda yang dicari. Penyelamat sesungguhnya justru datang dari tempat yang tidak disangka-sangka, yakni putra dari rekan setim sekaligus sahabat karib Peter Brock di masa lalu, John Harvey. Berkat bantuan Gavin Harvey, artefak bersejarah itu akhirnya berhasil diamankan melalui sebuah pertemuan rahasia yang terkesan menggelikan.
Baca Juga Motorworld Hockenheimring Resmi Dibangun Jadi Pusat Mobilitas Baru"Saya menelepon Gav dan dia berkata, 'Saya pikir saya punya satu di suatu tempat di antara semua barang lama ayah saya, tapi itu ada di rumah saudara perempuan saya','&ot; kenang David Reynolds menirukan percakapan tersebut. Pertemuan serah terima barang itu bahkan digambarkan terjadi secara sembunyi-sembunyi di kawasan Keilor dengan bungkusan kertas timah yang sederhana, menciptakan momen nostalgia yang sangat berkesan bagi para penikmat balap lawas.
Benda bersejarah yang kini telah terpasang di baki kotak pendingin di sisi penumpang mobil Camaro nomor 48 tersebut mendadak jadi daya tarik tersendiri di area paddock. Banyak orang yang terkejut dan merasa takjub saat diberi kesempatan untuk melihat langsung benda legendaris yang memicu kontroversi besar di era kejayaan Holden tersebut. Reynolds bahkan berseloroh bahwa benda itu harus dikembalikan kepada pemilik aslinya, kecuali jika tuahnya berhasil membawa mereka meraih kemenangan di akhir pekan ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!