Ajang ERC Rally Portugal resmi dimulai dengan menyuguhkan drama menarik di lintasan pembuka yang menantang. Sejumlah pebalap terkemuka harus menghadapi tantangan unik ketika mereka dipaksa menggunakan ban kerikil di atas permukaan aspal yang licin akibat beberapa titik basah. Kondisi ini membuat cengkeraman ban jauh dari kata ideal, sehingga fokus utama para kontestan bukan sekadar mencatatkan waktu tercepat, melainkan menjaga kondisi kompon ban agar tetap prima menghadapi tahapan berat di atas permukaan kerikil yang sebenarnya pada hari Sabtu.
Di tengah tantangan tersebut, pereli Skoda, Simone Tempestini, berhasil keluar sebagai yang tercepat pada lintasan pembuka yang memiliki panjang kurang dari tiga kilometer tersebut. Meskipun sukses memimpin catatan waktu, ia mengakui bahwa penampilannya tidak sepenuhnya sempurna karena sempat melebar di tikungan kedua dan kehilangan kecepatan ideal saat memasuki jalur menanjak. Kendati demikian, ia tetap menikmati jalannya kompetisi singkat ini dan menyebut pengalaman mengemudi mobil reli di atas aspal menggunakan ban kerikil sebagai sebuah kesenangan tersendiri.
Perhatian penonton juga tertuju pada penampilan impresif debutan Ville Vatanen yang baru pertama kali turun di ajang ERC menggunakan mobil spesifikasi Rally2. Mengemudikan kendaraan andalannya, ia berhasil mengamankan posisi kelima tercepat dan mengungkapkan kepuasannya meski merasakan karakter mobil yang sedikit lunak. Di sisi lain, pereli asal Finlandia lainnya, Roope Korhonen, sempat mendominasi catatan waktu pada titik pembagian waktu awal, namun harus rela kehilangan waktu krusial menjelang garis akhir dan tertinggal 1,1 detik di belakang Vatanen akibat kendala kecil di sektor penutup.
Sementara itu, pereli berpengalaman Kris Meeke yang sebelumnya mengalami insiden terlepasnya roda kiri depan pada sesi kualifikasi harus menerima kenyataan pahit harus membuka jalan terlebih dahulu pada hari Sabtu. Meeke secara terbuka meluapkan kekecewaannya terhadap format lintasan pembuka hari Jumat tersebut. Mengingat kemalangan yang menimpanya di sesi kualifikasi, ia merasa peluangnya untuk memperebutkan posisi terdepan sudah tertutup, dan realistis menargetkan posisi lima besar sebagai hasil maksimal di sisa reli yang masih panjang ini.
Baca Juga Ford Mulai Kembangkan Mobil Penantang WRC 2029| Pos | Pebalap | Tim/Mobil | Waktu/Gap |
|---|---|---|---|
| 1 | Simone Tempestini | Skoda | 1:57,6 |
| 2 | Nikolay Gryazin | Lancia | +1.2 |
| 3 | Pablo Sarrazin | Lancia | +1.4 |
| 4 | Martins Sesks | Skoda | +1.6 |
| 5 | Ville Vatanen | Ford | +1.9 |
| 6 | Kris Meeke | Toyota | +2.3 |
| 7 | Ruben Rodrigues | Skoda | +2.4 |
| 8 | Roope Korhonen | Toyota | +3.0 |
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!