Palembang, Nusantara Media – Kondisi jalan di Simpang Selamat Datang, Plaju Darat, tepat di depan Metering Station KM 3 Pertamina Plaju, Palembang, semakin memprihatinkan. Jalan utama yang menghubungkan Kota Palembang dengan Kecamatan Banyuasin ini penuh lubang menganga dengan kedalaman hingga 30 cm, membuat pengendara roda dua maupun roda empat kesulitan melintas.

Jalan ini merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat setempat untuk beraktivitas sehari-hari. Meski sudah rusak sejak lama, perbaikan belum kunjung dilakukan oleh Pemerintah Kota Palembang. Bahkan pada program perbaikan jalan tahun 2025, ruas ini tidak tersentuh sama sekali. Diduga karena lokasinya tepat di depan fasilitas Pertamina, ruas tersebut terlewat dari prioritas perbaikan di wilayah Plaju Darat menuju Talang Putri.

Pihak Pertamina menyatakan bahwa jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota Palembang, bukan aset perusahaan. Dilema ini akhirnya membebani masyarakat pengguna jalan, yang merasa dirugikan atas kondisi infrastruktur yang buruk.

Kondisi semakin parah saat musim hujan, dengan genangan air bercampur lumpur dan bau tidak sedap akibat adanya tempat penimbunan sampah sementara di sekitar lokasi. Pengendara sering kali harus mengantre panjang untuk menghindari lubang, meningkatkan risiko kecelakaan.

Pada Kamis, 8 Januari 2026, salah seorang pengguna jalan menyampaikan keluhannya: "Setiap hari saya lewati jalan ini untuk beraktivitas. Saat hujan, genangan air becek dan bau menyengat. Kami berharap pemerintah segera bertindak memperbaiki. Sudah hampir satu tahun dibiarkan rusak seperti ini. Kami juga bayar pajak kendaraan, berhak dapat jalan layak dan aman."

Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk segera melakukan perbaikan guna mengembalikan kenyamanan dan keselamatan berlalu lintas.