Isack Hadjar melontarkan tuntutan tegas kepada timnya menyusul hasil yang mengecewakan pada Grand Prix Amerika Serikat. Pembalap muda asal Prancis tersebut mendesak agar Red Bull segera melakukan perombakan total pada komponen kopling mobil mereka yang dinilai terlalu rapuh dan menjadi akar permasalahan dari buruknya performa start dalam beberapa balapan terakhir di ajang Formula 1.

Padahal, akhir pekan di Circuit of the Americas sempat menunjukkan potensi besar ketika Hadjar berhasil mengamankan posisi start ketiga di grid. Dengan posisi awal yang sangat ideal tersebut, peluang untuk bertarung di barisan terdepan dan merebut podium terbuka lebar. Namun, harapan itu musnah seketika lampu start padam, di mana ia kembali kehilangan banyak posisi akibat masalah teknis yang berulang.

Masalah start tidak hanya dialami oleh Hadjar seorang diri, tetapi juga rekan setimnya, Max Verstappen, yang turut kehilangan posisi kedua saat awal perlombaan. Selepas balapan berakhir dan melintasi garis finis di posisi keenam, Hadjar menegaskan bahwa dirinya telah menjalankan seluruh prosedur pelepasan dengan sempurna tanpa ada kesalahan dari sisi kemudi pembalap.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam wawancaranya kepada media, Hadjar mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam terhadap perangkat keras mobil yang dinilai tidak konsisten. Ia menyatakan bahwa masalah utama terletak pada kelebihan pasokan tenaga kopling atau clutch over delivery yang berada di luar kendali penuh seorang pembalap di kokpit.

Situasi pelik tersebut semakin diperparah dengan kendala teknis komunikasi radio yang buruk di dalam garasi tim. Akibat gangguan sinyal tersebut, ia mengaku tidak dapat mendengar instruksi penting dari pit wall, yang kemudian berujung pada kesalahan penggunaan peta mesin atau engine map yang tidak tepat saat meninggalkan jalur pit.

Dampak dari kesalahan pemetaan mesin tersebut sangat masif terhadap catatan waktu putaran di atas lintasan balap. Pembalap asal Prancis ini mengaku harus kehilangan waktu hingga satu detik penuh di setiap putaran ketika ia berjuang keras menggunakan kompon ban keras di sirkuit Austin.

Baca Juga Williams Merosot di Hirarki F1: Aston Martin Beda Level

Ketika disinggung mengenai potensi solusi jangka pendek untuk mengatasi kendala pelik ini, Hadjar dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada jalan pintas atau perbaikan instan yang bisa dilakukan. Menurutnya, komponen tersebut membutuhkan perhatian serius dan perombakan desain secara menyeluruh oleh para insinyur pabrikan.

Ia menjelaskan secara rinci mengenai kondisi komponen tersebut dengan mengatakan, "Ini membutuhkan desain ulang karena saat ini komponen tersebut terlalu rapuh dan tidak mampu mengatasi temperatur dengan baik. Ini adalah sebuah pergulatan yang nyata di atas lintasan."

Dengan hasil finis di luar lima besar dalam dua seri balapan beruntun, termasuk posisi kesepuluh di Singapura dan tempat keenam di COTA, tekanan kini beralih ke markas tim. Hadjar harus segera mengalihkan fokus penuhnya menatap seri Grand Prix Kota Meksiko demi misi kebangkitan dan kembali merangsek ke barisan teratas.