Akhir pekan balapan di Max Verstappen pada ajang Grand Prix Amerika Serikat ternyata menyisakan banyak cerita frustrasi di balik keberhasilannya naik ke podium. Pemegang gelar juara dunia tersebut secara terbuka mengakui bahwa banyak sekali aspek teknis dan taktis yang sama sekali tidak berfungsi sebagaimana mestinya sepanjang balapan berlangsung di Circuit of the Americas. Situasi ini membuat pencapaian finis di posisi tiga besar terasa sangat mengejutkan baginya mengingat betapa kacaunya situasi di dalam kokpit mobil RB20 milik tim Oracle Red Bull Racing.

Permasalahan utama yang disoroti oleh sang bintang asal Belanda ini berkaitan erat dengan pemilihan kompon ban serta kegagalan tim membaca karakteristik lintasan yang berubah drastis. Keputusan untuk tetap mempertahankan keyakinan dari dua balapan sebelumnya membuat mereka salah mengalkulasi performa kompon ban yang lebih lunak. Padahal, para pesaing terdekat mereka yang menggunakan ban kompon lebih keras justru mampu menemukan cengkeraman atau grip yang jauh lebih optimal, sebuah fakta krusial yang gagal diantisipasi secara cepat oleh tim.

Tidak berhenti pada masalah ban, penderitaan di atas lintasan semakin lengkap tatkala gangguan pada unit tenaga atau power unit mulai mendera secara konsisten. Masalah teknis tersebut menciptakan karakter aerodinamika dan traksi yang sangat inkonsisten di setiap tikungan, membuat Verstappen merasa kesulitan membangun ritme balap yang ideal. Situasi kian pelik ketika proses pergantian ban di area pit stop mengalami kendala waktu yang lambat, menambah daftar panjang kerugian yang harus ia bayar selama balapan.

- Advertisement -
Advertisement

Sorotan tajam juga ia arahkan pada performa keseluruhan mobil yang dinilai sudah tertinggal dari para rival utama seperti McLaren Formula 1 Team dan tim-tim kompetitor lainnya. Berdasarkan analisis internalnya, mobil mereka tidak memiliki keunggulan kecepatan baik di tikungan lambat maupun di area kecepatan tinggi, yang pada akhirnya hanya menjadikan mereka sebagai tim medioker di atas lintasan. Masalah klasik saat lepas landas atau start balapan juga kembali terulang, menghambat peluangnya untuk langsung menekan pembalap di posisi terdepan sejak lampu padam.

Baca Juga Charles Leclerc Ingatkan Batasan Upgrade Ferrari di GP AS

Kendati diwarnai seabrek masalah pelik mulai dari kegagalan komunikasi radio hingga duel sengit melawan para rival seperti Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, sang juara bertahan tetap mencoba melihat sisi positif dari pertarungan ketat di lap-lap awal. Namun, kegagalan sistem komunikasi radio yang sudah terjadi kesekian kalinya musim ini membuatnya melontarkan kritik pedas bernada sarkastik bahwa tim mungkin harus mulai beralih menggunakan bahasa isyarat tangan demi efisiensi komunikasi ke depannya.