Pemimpin klasemen sementara Formula 1, Kimi Antonelli, baru-baru ini merefleksikan berbagai kesalahan krusial yang ingin ia jadikan pelajaran penting musim ini, sembari semakin mendekati mahkota gelar juara dunia. Penampilan impresif pembalap muda asal Italia tersebut bersama tim Mercedes telah memukau banyak pihak sepanjang kalender balap bergulir.

Kemenangan gemilang baru saja diamankan oleh sang bintang muda di Circuit of the Americas setelah menguasai balapan Grand Prix Amerika Serikat dari posisi pole. Hasil luar biasa di Austin tersebut menandai kemenangan kesembilan yang berhasil diraihnya musim ini, sekaligus menempatkannya di ambang kejayaan. Berdasarkan perolehan poin saat ini, ia hanya memerlukan finis di posisi sembilan besar pada balapan Grand Prix Meksiko mendatang untuk mengunci gelar juara dunia secara resmi.

Ketika berbicara mengenai pasang surut kampanye balapnya dalam sesi jumpa pers resmi pascalomba, pembalap berbakat ini menegaskan bahwa masih banyak aspek yang harus dibenahi. Tentu saja musim ini berjalan di luar dugaan dan memberikan kejutan yang sangat positif, namun kompetisi belum sepenuhnya berakhir karena masih ada beberapa seri tersisa di mana ia bertekad untuk terus tampil maksimal serta memburu kemenangan.

- Advertisement -
Advertisement

Andrea Kimi Antonelli, Mercedes
Andrea Kimi Antonelli, Mercedes

Evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh sang pemuncak klasemen jelang akhir musim kompetisi. Ia menyatakan bahwa pencapaian positif harus dipertahankan, namun perbaikan mentalitas dalam menghadapi situasi tertentu serta cara menangani berbagai skenario di atas lintasan menjadi fokus utama berikutnya. Evaluasi mendalam akan dilakukan setelah musim usai untuk membedah apa saja yang berjalan dengan baik serta hal-hal yang masih perlu ditingkatkan.

Baca Juga Kimi Antonelli Ungkap Ketakutan Sang Ayah di Awal Karier F1

Lebih lanjut, ketika didesak oleh awak media mengenai situasi spesifik yang menjadi catatannya, sang pembalap merinci sejumlah insiden dari seri-seri sebelumnya. Ia menyoroti kesalahan pada sesi latihan bebas ketiga di Australia, eksekusi start yang kurang optimal di Jepang, hingga kecerobohan dalam membuang poin akibat pelanggaran batas lintasan atau track limits pada balapan sprint di Miami, yang diakuinya sebagai masalah terbesar bagi dirinya.

Menanggapi pengakuan terbuka tersebut, sang juara dunia empat kali Max Verstappen, yang kini telah tersingkir secara matematis dari perebutan gelar juara, sempat melontarkan candaan ringan di ruang pers. Pembalap asal Belanda itu meledek masalah batas lintasan yang kerap menghantui rivalnya dengan berkata, "Kamu hanya melakukan satu pelanggaran hari ini," yang langsung disambut tawa dan jawaban lugas bahwa penampilan hari itu jauh lebih terkendali.