Akhir pekan Mexican GP menjanjikan persaingan ketat di barisan depan setelah Charles Leclerc berhasil mendominasi jalannya sesi latihan bebas hari Jumat. Performa impresif dari tim pabrikan asal Maranello ini langsung memantik optimisme tinggi dari sang juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton. Pembalap asal Inggris tersebut meyakini bahwa skuad Kuda Jingkrak memiliki paket kendaraan yang sangat kompetitif dan berpotensi besar untuk bertarung memperebutkan posisi start terdepan atau pole position dalam sesi kualifikasi mendatang.

Meskipun demikian, perjalanan awal sang pembalap veteran di Autodromo Hermanos Rodriguez tidak sepenuhnya berjalan mulus tanpa hambatan. Kendala teknis sempat menghantam kendaraannya pada sesi latihan bebas kedua (FP2), yang secara terpaksa memotong waktu penting untuk melakukan simulasi balap jangka panjang dengan muatan bahan bakar penuh. Kehilangan data krusial ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para teknisi di garasi, mengingat pentingnya data tersebut untuk merancang strategi balapan hari Minggu.

Kendati demikian, Hamilton tetap merasa sangat puas dengan keseimbangan dasar mobilnya setelah serangkaian perubahan pengaturan atau set-up yang dilakukan oleh tim membuahkan hasil positif. Ia mengungkapkan bahwa kendaraan terasa sangat nyaman dan kompetitif sebelum masalah teknis tersebut muncul di tengah sesi. "Itu terasa sangat baik hingga saat itu. Itu terasa luar biasa. Dan kami melakukan pekerjaan dengan baik dalam perubahan pengaturan. Mobil berada di tempat yang baik dan kami sebenarnya sangat kuat," ujar Hamilton menjelaskan situasi di dalam kokpit.

- Advertisement -
Advertisement

Lebih lanjut, pembalap asal Inggris itu merinci bahwa kendala teknis yang dialaminya sempat merugikan catatan waktunya secara signifikan di atas lintasan. Kehilangan tenaga mesin pada beberapa titik krusial membuat catatan waktunya terpangkas hingga tiga persepuluh detik sebelum ia bahkan menyelesaikan putaran penuhnya. Meskipun menghadapi kendala tersebut, ia tetap melihat potensi besar dan fondasi yang sangat kuat dari kendaraan yang dikendarainya pada akhir pekan ini di Mexico City.

Isu mengenai keunggulan mesin atau unit daya Ferrari di sirkuit dataran tinggi Meksiko sempat menjadi perbincangan hangat di paddock Formula 1. Karakteristik udara yang tipis di Mexico City kerap dikaitkan dengan ukuran turbocharger yang lebih kecil pada unit daya pabrikan Italia tersebut, yang oleh pembalap Mercedes George Russell sempat diprediksi akan memberikan keuntungan tersendiri. Namun, Hamilton dengan cepat mendinginkan ekspektasi publik dan tidak sependapat dengan narasi keunggulan turbo tersebut.

Baca Juga Menengok Kembali Kenangan GP Afrika 1993 Jelang Era Baru F1 di Rwanda

Berdasarkan analisis data kecepatan tertinggi di lintasan lurus, Hamilton menilai bahwa tim rival seperti Mercedes dan Red Bull tetap menunjukkan kecepatan yang sangat kompetitif di ujung lintasan lurus, sama seperti seri-seri balapan sebelumnya. Ia menegaskan bahwa ukuran turbo tidak memberikan perbedaan masif yang menguntungkan secara instan, mengingat timnya masih mengalami selisih kecepatan dua hingga tiga persepuluh detik di trek lurus melawan para pesaing utamanya.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh pembalap McLaren Oscar Piastri, yang menilai bahwa kecepatan mobil Ferrari justru terlihat sedikit lambat saat melaju di lintasan lurus Autodromo Hermanos Rodriguez. Walaupun menghadapi defisit kecepatan puncak tersebut, optimisme Hamilton sama sekali tidak luntur untuk membidik barisan terdepan. Ia tetap menaruh kewaspadaan tinggi karena tim-tim rival biasanya mampu menemukan tambahan kecepatan yang signifikan saat memasuki sesi kualifikasi yang krusial.

Mengingat dirinya gagal menyelesaikan program simulasi balap jangka panjang akibat masalah teknis di FP2, Hamilton mengakui bahwa ia harus mengandalkan data dari rekan setimnya serta pembalap lain. Pendekatan analitis ini akan menjadi acuan utama bagi para insinyur untuk menentukan konfigurasi akhir mobil, termasuk pemilihan tingkat sayap aerodinamika, pengaturan mekanis, hingga sistem pengereman yang optimal untuk menghadapi jalurnya balapan utama yang menuntut ketahanan tinggi.