Formula 1 memang telah membuktikan pada sesi kualifikasi Brazilian Grand Prix bahwa regulasi mobil tahun 2026 mampu menggunakan ban full wet secara kompetitif, namun masalah penanganan di kondisi basah masih menyisakan ancaman besar. Pembalap Mercedes George Russell melontarkan peringatan keras bahwa jika cuaca ekstrim serupa terulang saat balapan utama, potensi terjadinya malapetaka sangat tinggi.
"Saya suka mengemudi di tengah hujan di sini, tetapi pada titik tertentu, jika itu adalah balapan, sama sekali tidak mungkin kami harus mengemudi dalam kondisi seperti itu karena peluang melihat insiden yang sangat, sangat mengerikan sangatlah tinggi," ujar Russell mengungkapkan kekhawatiran mendalamnya terkait jarak pandang dan genangan air.
Salah satu tema utama yang terus berulang sejak awal era regulasi saat ini adalah karakteristik torsi tinggi dari unit daya modern yang dipadukan dengan performa ban intermediate Pirelli menciptakan ketidakcocokan yang signifikan. Para pembalap sebelumnya telah memperingatkan bahwa kesulitan dalam mencapai suhu optimal pada ban intermediate, yang selama ini menjadi ban default saat hujan, merupakan tantangan besar.
Sebelumnya, pembalap Alpine Pierre Gasly, yang sempat menguji ban cuaca basah di Magny-Cours, bahkan memprediksi situasi tersebut akan menjadi ajang eliminasi bagi para pembalap jika dipaksakan turun ke trek. Meskipun balapan-balapan terakhir membuktikan ban intermediate tidak seburuk yang ditakutkan, keraguan terhadap performa ban full wet tetap bertahan hingga akhir pekan ini.
Baca Juga Peluang Kimi Antonelli Segel Gelar Juara Dunia F1 di AustinSelama bertahun-tahun, F1 sangat dibatasi oleh kondisi lintasan yang terlalu basah hingga sesi terpaksa dihentikan. Faktor pembatas utamanya adalah visibilitas buruk akibat semprotan air dari mobil ber-ground effect yang membuat pembalap di belakang kesulitan melihat objek di depan mereka. Hal ini kerap membuat ban basah penuh hanya berfungsi sebagai ban safety car belaka.
Namun di Brasil, kondisi memburuk secara drastis dengan genangan air yang terlalu dalam untuk ban intermediate. Penggunaan ban full wet secara kompetitif untuk pertama kalinya merupakan konsekuensi dari kebutuhan mendesak akan tapak ban yang lebih dalam guna menghindari aquaplaning dan menjaga suhu operasional tetap stabil.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!