Akhir pekan Lewis Hamilton di Sirkuit Interlagos, Sao Paulo, langsung diwarnai dengan tantangan berat sejak sesi latihan bebas hari Sabtu. Pembalap asal Inggris tersebut menyadari bahwa ia harus menerima konsekuensi berat berupa penalti turun sepuluh posisi di garis start akibat penggantian komponen Internal Combustion Engine pada mobil Ferrari miliknya. Situasi semakin pelik tatkala kendala teknis mendadak muncul di tengah sesi FP3, yang akhirnya memaksa para teknisi tim berlogo Kuda Jingkrak tersebut untuk mengambil keputusan krusial mengganti keseluruhan unit tenaga secara menyeluruh demi keamanan jangka panjang.
Keputusan pergantian power unit secara masif ini praktis membuat Hamilton dipastikan harus memulai balapan utama Grand Prix Sao Paulo dari posisi paling buncit di barisan belakang. Menyadari posisi start yang tidak menguntungkan serta kondisi cuaca yang tidak menentu di kawasan Interlagos, kubu Ferrari langsung memutar otak dan merancang strategi terbaik untuk menghadapi balapan penuh drama yang menuntut kerja keras ekstra di barisan tengah hingga depan. Kehadiran potensi hujan lebat di atas lintasan legendaris tersebut membuka celah bagi tim asal Maranello itu untuk memfokuskan sesi kualifikasi sebagai ajang pengumpulan data penting.
Bagi peraih gelar juara dunia berkali-kali tersebut, sesi kualifikasi yang berlangsung di bawah guyuran air bukanlah sebuah tekanan mental, melainkan sebuah kesempatan emas untuk memahami karakter mobil dalam kondisi basah. Meskipun langkahnya harus terhenti di babak Q2 setelah hanya mampu mencatatkan waktu tercepat kesebelas, strategi pemilihan ban sempat menjadi sorotan tajam ketika ia turun ke lintasan menggunakan kompon ban Wet sepenuhnya, alih-alih menggunakan ban Intermediet yang pada saat itu dinilai jauh lebih kompetitif oleh sebagian besar rival di pit lane.
Meskipun gagal melaju ke sesi Q2 secara optimal demi memperebutkan posisi start terdepan, Hamilton tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi dan sama sekali tidak merasa kecewa dengan hasil akhir sesi penentuan tersebut. Berbicara kepada awak media Sky Sports usai sesi kualifikasi berakhir, ia secara terbuka mengungkapkan kecintaannya pada lintasan basah dan bagaimana kondisi tersebut selalu memberikan sensasi berkendara yang luar biasa di sirkuit yang memiliki sejarah panjang ini.
Baca Juga Yuki Tsunoda 'Call Me' ke Tim F1 Usai Tampil Impresif di GP BelandaDalam wawancara eksklusif tersebut, ia menyatakan secara langsung, "Adoro las qualifiche e guidare sotto la pioggia, poi questo e un circuito fantastico su cui correre in queste condizioni". Lebih lanjut, ia juga menambahkan bahwa sesi tersebut dimanfaatkannya secara maksimal sebagai sarana simulasi balap mengingat minimnya waktu di trek sebelumnya, "Sarei voluto restare in pista e darmi battaglia con tutti. Ma c’e stato un problema nelle FP3 e non abbiamo fatto molti giri. Dunque per me e stata fondamentalmente una sessione di test, di prove libere per capire come si comportava la macchina in queste condizioni, qualora domani dovesse piovere".
Dengan persiapan matang yang telah dilakukan melalui serangkaian pengujian dalam kondisi basah, kini seluruh mata tertuju pada aksi susul-menyusul yang akan diperagakan oleh sang juara di sepanjang jalannya perlombaan hari Minggu. Tantangan besar menanti di hadapan, namun pengalaman luas serta ketenangannya dalam mengendalikan mobil di atas aspal licin akan menjadi senjata utama untuk membalikkan keadaan dan merangsek naik dari barisan paling belakang menuju zona perolehan poin penting.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!