Kembalinya Fermin Aldeguer ke lintasan MotoGP setelah sempat menepi akibat cedera tangan kanan di Indonesia, langsung diwarnai sebuah insiden kontroversial yang berujung pada petaka di Sirkuit Losail, Qatar. Pembalap muda asal Spanyol tersebut mengakui dirinya telah melakukan kesalahan fatal yang mencederai rivalnya pada sesi balapan akhir pekan ini.
Setelah melewatkan seri penting di Australia dan Malaysia akibat patah tulang tangan yang dideritanya pada GP Indonesia, Aldeguer berusaha keras menemukan kembali ritme terbaiknya. Mengawali akhir pekan dengan awal yang lamban pada hari Jumat di mana ia gagal langsung lolos ke Q2, ia bangkit melalui kualifikasi hari Sabtu dengan menjadi yang tercepat di Q1 dan mengamankan posisi start kesembilan di atas Desmosedici miliknya.
Namun, bencana besar terjadi tepat pada putaran pertama sesi balapan Sprint MotoGP. Memasuki Tikungan 16, Aldeguer melakukan kesalahan perhitungan pengereman yang terlambat dan menabrak bagian belakang motor Ducati yang dikendarai oleh Pecco Bagnaia. Tabrakan keras tersebut membuat pembalap pabrikan Ducati itu terpelanting hebat ke udara sebelum menghantam aspal dengan punggungnya, yang langsung memaksa pengawas balapan mengibarkan bendera merah untuk menghentikan jalannya lomba.
Meskipun dalam kondisi sadar, Bagnaia langsung dilarikan ke pusat medis sirkuit untuk pemeriksaan lanjutan yang kemudian mengonfirmasi bahwa sang juara dunia menderita dua fraktur pada kaki kanannya, tepatnya di bagian tulang metatarsal keempat dan kelima, serta sejumlah memar parah di sekujur tubuhnya. Demi mendapatkan penanganan medis yang optimal, Bagnaia langsung diterbangkan kembali ke Italia pada malam harinya.
Menyadari dampak besar dari insiden tersebut, Aldeguer tidak menutup-nutupi rasa bersalahnya atas tindakan ceroboh yang ia lakukan di atas lintasan. 'Saya ingin meminta maaf kepada Pecco dan seluruh krunya. Saya membuat kesalahan saat mencoba melakukan overtake, dan saya benar-benar menyesalinya,' ujar pembalap berusia 21 tahun tersebut dengan nada penuh penyesalan setelah insiden horor itu.
Baca Juga Peta Kekuatan MotoGP GP Australia 2026 Dimulai Lewat Sesi Latihan BebasAkibat insiden tersebut, FIM Stewards langsung menjatuhkan hukuman penalti double long-lap kepada Aldeguer setelah balapan kembali dilanjutkan dengan durasi yang dipangkas menjadi sepuluh putaran. Menjalani hukuman tersebut tentu bukan perkara mudah, membuat posisinya sempat merosot drastis ke barisan belakang setelah sempat berjuang naik ke posisi ketujuh pada awal restart.
Meskipun harus kehilangan banyak waktu berharga akibat dua kali menjalani putaran panjang, pembalap bernomor motor khas tersebut tetap menunjukkan daya juang tinggi hingga mampu menyalip pembalap KTM Brad Binder pada lap pemungkas untuk mengakhiri balapan di posisi kesebelas, terpaut sekitar 9,4 detik dari pemenang balapan Marc Marquez.
'Hukuman double long-lap tidak menghentikan kami sepenuhnya, sebenarnya kami memiliki kecepatan yang kompetitif. Pada hari Minggu nanti kami akan mencoba bangkit kembali. Sekali lagi, saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada Pecco,' tutup Aldeguer, mengalihkan fokusnya untuk menghadapi balapan utama.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!