Yogyakarta, Nusantara Media – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 4.6 mengguncang wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada hari Minggu sore. Getaran dirasakan hingga ke daerah sekitarnya, termasuk Bantul dan Pacitan, meskipun tidak menimbulkan kerusakan signifikan atau potensi tsunami. Informasi ini dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai update terkini.

Menurut data BMKG, gempa terjadi pada pukul 15:51:24 WIB dengan pusat di koordinat 8.88 Lintang Selatan (LS) dan 110.24 Bujur Timur (BT). Lokasi episentrum berada di laut, sekitar 106 kilometer barat daya Gunungkidul, dengan kedalaman hiposentrum hanya 10 kilometer. Kedalaman yang relatif dangkal ini menyebabkan getaran lebih mudah dirasakan di permukaan, meskipun kekuatannya tidak terlalu besar.

Getaran gempa dirasakan dengan intensitas II-III Modified Mercalli Intensity (MMI) di beberapa wilayah, termasuk Bantul, Yogyakarta, Gunungkidul, Pacitan, Sleman, Kulon Progo, dan Wonogiri. Skala MMI II-III berarti getaran terasa seperti truk lewat atau angin kencang, cukup untuk membangunkan orang yang tidur atau menggoyang benda ringan, tapi tidak menyebabkan kerusakan struktural.

BMKG menegaskan bahwa gempa ini bersifat tektonik, kemungkinan dipicu oleh aktivitas lempeng di zona subduksi selatan Jawa. Tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan hingga saat ini, dan gempa tidak berpotensi tsunami karena lokasinya di laut dangkal. Namun, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan, mengingat wilayah Yogyakarta sering mengalami aktivitas seismik.

Hari ini saja, BMKG mencatat beberapa gempa kecil lain di sekitar wilayah, seperti magnitudo 2.6 di Pacitan pukul 16:49 WIB, menunjukkan aktivitas seismik yang sedang meningkat di laut selatan Jawa. Penduduk setempat, seperti yang dilaporkan di media sosial, merasakan getaran singkat di Jogja dan sekitarnya, dengan beberapa warga membagikan pengalaman mereka melalui tagar #gempa.

BMKG terus memantau situasi dan akan memberikan update jika ada perkembangan. Masyarakat disarankan mengikuti protokol keselamatan gempa, seperti Drop, Cover, and Hold On, serta menghindari bangunan tinggi jika getaran terasa kuat.