Pembalap muda Formula 1 yang kini membela skuad Alpine, Franco Colapinto, akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait komentar kontroversial yang dilontarkan oleh pesohor televisi Inggris, Jeremy Clarkson, mengenai kewarganegaraannya di ajang balap mobil bergengsi tingkat dunia.

Insiden bermula ketika Clarkson membuat sebuah lelucon kontroversial di sela-sela akhir pekan Grand Prix Amerika Serikat di Austin. Dalam sebuah wawancara bersama pandit senior Sky Sports F1, Martin Brundle, menjelang sesi kualifikasi pada hari Sabtu, Clarkson secara terbuka melontarkan pernyataan bahwa sang pembalap layak mendapatkan penalti di grid start hanya karena ia berasal dari Argentina.

Komentar tersebut merujuk pada hukuman penalti 10 posisi di grid yang memang harus diterima oleh Colapinto di Austin akibat melebihi alokasi komponen unit daya untuk musim F1 2026. Namun, banyolan yang dilontarkan oleh pria berusia 66 tahun itu langsung memicu kehebohan besar di paddock karena dinilai menyeret isu sensitif masa lalu.

- Advertisement -
Advertisement

Pernyataan kontroversial tersebut ternyata berkaitan dengan salah satu episode paling kontroversial dari program televisi Top Gear pada tahun 2014 silam. Saat itu, Clarkson bersama rekan pembawa acaranya, James May dan Richard Hammond, terpaksa harus meninggalkan Argentina secara darurat setelah aksi protes meletus akibat pelat nomor mobil Porsche yang dikendarai Clarkson, yakni H982 FKL, yang oleh warga lokal dianggap sebagai bentuk sengaja menyinggung Perang Falklands 1982, meskipun pihak BBC dan Clarkson selalu bersikeras bahwa itu murni sebuah kebetulan belaka.

Menanggapi situasi panas tersebut, manajemen tim Alpine tidak tinggal diam dan langsung mengeluarkan pernyataan resmi yang mengutuk keras ucapan tamu istimewa mereka tersebut. Perlu diketahui, markas tim Alpine sendiri terletak di Oxfordshire, tidak jauh dari kawasan peternakan Diddly Squat milik Clarkson, yang membuat kehadirannya sebagai tamu undangan tim sempat menjadi sorotan sebelum akhirnya berubah menjadi kontroversi publik.

Pihak tim menegaskan dalam pernyataan resminya bahwa mereka sepenuhnya sadar akan komentar yang dibuat dalam wawancara televisi dari seorang tamu tim di Austin. Alpine menegaskan bahwa pandangan tersebut adalah murni pandangan pribadi dan sama sekali tidak mencerminkan nilai-nilai tim yang selalu mengedepankan kebaikan dan rasa saling menghormati, serta menegaskan bahwa pembalap mereka mendapatkan dukungan penuh.

Baca Juga Briatore Tegaskan Masa Lalu Alpine Usai Blunder Baku

Setelah balapan selesai pada hari Minggu, Colapinto akhirnya dimintai keterangan oleh para jurnalis mengenai candaan pedas tersebut. Sambil menunjukkan sikap tenang, ia mengungkapkan bahwa dirinya menganggap sang presenter memang dikenal sering melontarkan lelucon, meskipun ia mengaku secara pribadi tidak mengenal sosok tersebut secara langsung dan hanya mendengar kabar dari manajernya, Jamie Campbell-Walter.

"Saya pikir dia memang selalu menjadi seseorang yang suka membuat lelucon. Saya tidak mengenalnya, tapi itulah yang diceritakan kepada saya," ujar Colapinto menanggapi insiden tersebut dengan kepala dingin. Ia juga menambahkan bahwa dirinya saat itu tidak langsung melihat apa yang dikatakan, melainkan mengetahuinya dari Jamie dan memilih untuk fokus memperbaiki situasi yang ada.

Kritik yang lebih tajam justru datang dari manajer bersama Colapinto, Jamie Campbell-Walter, yang tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Melalui akun media sosial X miliknya, ia menyatakan dengan tegas bahwa komentar mengenai kewarganegaraan pembalapnya adalah sesuatu yang sepenuhnya tidak dapat diterima di dalam paddock Formula 1.

Campbell-Walter menambahkan bahwa dunia balap tidak memiliki tempat bagi ujaran semacam itu, terlepas dari siapa pun yang mengucapkannya atau apakah hal tersebut diniatkan sebagai sebuah lelucon semata. Ia menekankan bahwa semua pihak telah bekerja keras membangun budaya saling menghormati dan mengakhiri permusuhan, sehingga figur-figur terkemuka yang berkunjung ke ajang olahraga ini juga harus menunjukkan perilaku yang bertanggung jawab agar kemajuan yang telah diraih tidak rusak begitu saja.