Akhir pekan balapan Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA) berubah menjadi mimpi buruk bagi George Russell. Pembalap asal Inggris tersebut tidak hanya harus menghadapi masalah kurangnya kecepatan secara misterius pada mobil W17 miliknya, tetapi juga diganjar hukuman waktu lima detik oleh para steward yang dianggapnya sangat tidak masuk akal. Hukuman tersebut dijatuhkan setelah ia dinilai keluar lintasan dan dianggap memperoleh keuntungan pada fase awal perlombaan.

Masalah yang dialami oleh Russell sebenarnya sudah terlihat sejak sesi kualifikasi hari Sabtu. Dalam akhir pekan di mana ia sangat membutuhkan hasil maksimal untuk mengejar ketertinggalan poin dari sang pemimpin klasemen sementara, Kimi Antonelli, segalanya justru berjalan di luar harapan. Russell harus puas memulai balapan dari posisi ketujuh, sementara rival sekaligus rekan setimnya tersebut sukses merebut posisi pole. Posisi start yang kurang menguntungkan ini langsung memperkecil peluangnya untuk bersaing di barisan terdepan sejak lampu start padam.

Situasi bertambah buruk ketika hukuman lima detik dijatuhkan dan harus ia jalani saat melakukan pit stop. Setelah keluar dari pit lane, sisa balapan Russell praktis dihabiskan dengan terjebak di belakang mobil McLaren yang dikemudikan oleh Oscar Piastri. Ketidakmampuannya untuk melakukan overtaking membuat ia tertahan dan harus puas finis di posisi ketujuh yang sangat mengecewakan. Sementara itu, dominasi Antonelli berlanjut dengan tambahan kemenangan, membuat pembalap muda asal Italia tersebut kini hanya membutuhkan finis di posisi kesembilan pada balapan selanjutnya di Meksiko untuk mengunci gelar juara dunia.

- Advertisement -
Advertisement

Dilansir dari Motorsport Week, Russell secara terbuka meluapkan kekecewaannya seusai balapan, terutama mengenai keputusan penalti yang ia terima. Ia merasa hukuman tersebut sangat berlebihan di tengah penderitaannya mengatasi masalah kecepatan mobil. Meskipun sempat mencatat beberapa putaran yang kompetitif usai menggunakan ban kompon keras, ia mengakui bahwa mayoritas jalannya balapan akhir pekan ini dipenuhi dengan kesulitan teknis yang sulit dinalar.

"Kecepatan tidak bagus pada stint pertama, dan ketika saya keluar dari pit menggunakan ban keras, saya mungkin melakukan enam putaran dengan kecepatan yang sama dengan Kimi," ujar Russell kepada awak media termasuk Motorsport Week. "Tetapi kemudian saya menyusul Oscar, dan saya tidak bisa menyalipnya, jadi enam putaran bagus, 50 putaran buruk. Saya ingin memahami mengapa kecepatan sangat buruk pada stint pertama; penalti itu sedikit konyol, tetapi itu adalah kekhawatiran terkecil saya setelah akhir pekan yang begitu buruk. Saya tidak punya jawabannya sekarang, dan saya perlu memberi waktu 24 jam untuk berpikir jernih."

Baca Juga Alasan Kimi Antonelli Lolos dari Penalti Pelanggaran Batas Lintasan di Singapura

Selain masalah penalti dan kecepatan balap, Russell juga menyoroti karakteristik teknis dari mobil W17 yang dinilai memiliki jendela operasi yang sangat sempit. Perubahan setelan yang sangat kecil pada mobil tersebut terbukti langsung menutup potensi performa terbaiknya di atas lintasan. Inkonsistensi performa ini terlihat jelas ketika ia mampu tampil kompetitif di sesi kualifikasi kedua (Q2), namun mendadak kehilangan arah dan kecepatan drastis pada sesi kualifikasi ketiga (Q3) serta saat balapan utama berlangsung.

Dengan peluang peregutan gelar juara dunia pembalap yang kini nyaris tertutup sepenuhnya menyusul defisit 123 poin, fokus utama Russell telah bergeser. Sisa musim ini akan ia manfaatkan secara maksimal untuk membantu timnya mengamankan gelar Kejuaraan Dunia Konstruktor, sekaligus mengamankan posisi runner-up di klasemen akhir pembalap.