Flavio Briatore tak mau berlama-lama meratapi insiden di Grand Prix Azerbaijan. Dalam konferensi pers Team Principal di Sirkuit Sepang, Jumat, ia menegaskan bahwa masa lalu biarlah berlalu dan fokusnya kini tertuju pada masa depan tim Alpine.
Insiden Baku dan Penalti Colapinto
Pada balapan di Baku, Franco Colapinto membuat kesalahan mahal dengan menabrak rekan setimnya, Pierre Gasly. Insiden itu tak hanya merugikan tim tetapi juga memaksa Colapinto menerima penalti turun lima posisi di grid untuk Grand Prix Bahrain akhir pekan ini. Hukuman tersebut jelas mempersulit upaya Alpine yang sedang bersaing ketat memperebutkan posisi kelima di klasemen konstruktor.
Briatore: Masa Lalu Sudah Selesai
Briatore mengaku kecewa berat dengan kejadian itu, namun ia menolak terjebak dalam penyesalan. "Apa pun yang kami lakukan adalah internal tim," ujarnya kepada media. "Tentu, saya sangat kecewa ketika itu terjadi di Baku, tapi itu balapan lain. Semua orang melupakan, Anda tahu. Kami harus selalu melihat ke depan, masa lalu adalah masa lalu, dan tidak ada yang bisa dilakukan."
Fokus ke Balapan Selanjutnya
Pria Italia itu menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit dan mengalihkan perhatian ke balapan berikutnya. "Kami perlu maju dan memikirkan masa depan, tentang balapan hari ini, kualifikasi besok, dan balapan hari Minggu. Setiap balapan adalah skenario yang berbeda," tambahnya. Ia juga menyebut bahwa kehilangan poin di Baku sangat menyakitkan, terutama karena mereka sedang bersaing dengan Racing Bulls. "Setelah itu, selesai. Apa yang bisa kami lakukan? Apa pun yang telah kami lakukan, tidak mungkin untuk kembali."
Baca Juga Antonelli Akui Kesalahan di Zandvoort: Peringatan yang BagusPertanyaan Tentang Konsistensi Penalti
Briatore juga menyoroti inkonsistensi keputusan steward. Ia mempertanyakan mengapa Racing Bulls tidak mendapat penalti ketika Arvid Lindblad menabrak rekan setimnya, Liam Lawson, dengan cara yang mirip. "Kembali ke Baku, sesuatu yang benar-benar tidak saya mengerti adalah ini: kami dihukum, dan kami pantas dihukum. Saya tidak mengerti mengapa Racing Bull tidak dihukum, karena Lindblad melakukan hal yang sama persis kepada Lawson. Mengapa kami dihukum dan Lindblad tidak?" tandasnya.
Dengan penalti yang membayangi, Alpine harus mencari cara untuk memaksimalkan performa di Bahrain. Klasemen konstruktor semakin ketat, dan setiap poin akan sangat berarti. Briatore berharap timnya dapat melupakan insiden Baku dan tampil solid di sisa musim.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!