Insiden membingungkan terjadi pada ajang Supercars di Sandown, di mana pembalap DJR harus menerima hukuman berat akibat pelanggaran prosedur grid yang tak biasa. Dalam sesi semi-final kedua yang krusial, sang juara bertahan mendadak diganjar penalti drive-through setelah terbukti mematikan mesin kendaraannya sebelum mobil benar-benar berhenti sepenuhnya pada putaran pengenalan (reconnaissance lap). Keputusan pengawas balapan ini sontak memicu perdebatan di paddock mengenai batasan interpretasi regulasi teknis dan keselamatan yang diterapkan oleh penyelenggara kejuaraan balap mobil touring paling bergengsi di kawasan tersebut.
Berdasarkan regulasi resmi Supercars, setiap tim dan pembalap diwajibkan untuk menjaga agar mesin mobil tetap menyala selama mendekati posisi grid start masing-masing. Mesin tersebut sama sekali tidak boleh dimatikan hingga mobil benar-benar berada dalam kondisi berhenti total di kotak start. Aturan ketat ini bukanlah tanpa alasan mendasar, melainkan sebuah protokol keselamatan yang sangat vital mengingat banyaknya kru tim, petugas lintasan, dan fotografer yang berdiri di area grid menjelang prosedur start balapan dimulai demi menghindari potensi kecelakaan fatal di area start.
Berdasarkan laporan resmi dari para pengawas balapan atau stewards, tercatat bahwa putaran mesin atau RPM kendaraan yang dikemudikan oleh Kostecki berada di angka nol selama periode tujuh detik penuh saat mobil tersebut sedang melambat dari kecepatan 31,8 kilometer per jam menuju titik pemberhentian akhirnya. Angka telemetri yang sangat jelas ini menjadi dasar kuat bagi panel pengawas untuk menjatuhkan sanksi seketika, mengingat data digital tidak dapat berbohong mengenai kondisi operasional mesin kendaraan di atas lintasan aspal Sandown yang ikonis tersebut.
Menanggapi insiden yang menimpa timnya, Manajer Tim DJR, Tom Moore, memberikan penjelasan terbuka kepada Speedcafe bahwa tindakan tersebut murni merupakan sebuah inisiatif misalkulasi dari sang pembalap yang berniat menghemat sedikit bahan bakar menjelang prosedur start balapan resmi dimulai. Moore mengakui bahwa praktik meluncur pelan ke dalam kotak start sambil mematikan mesin sebenarnya adalah pemandangan yang cukup lumrah dan sering kali dilakukan oleh banyak pembalap lain di grid tanpa mendapatkan perhatian berlebihan dari pengawas.
“Dia hanya mematikan mesin saat meluncur ke dalam kotak gridnya,” ujar Tom Moore kepada Speedcafe menjelaskan situasi menegangkan tersebut. “Anda bisa berdebat bahwa ini adalah upaya penghematan bahan bakar, tetapi jumlahnya sangat tidak signifikan dan banyak mobil lain yang melakukan hal serupa. Mereka melakukannya setiap saat. Saya pikir kita hanya melakukannya sedikit lebih lama daripada kebanyakan mobil lain di grid.”
Baca Juga Rekaman CCTV Ungkap Kronologi Kecelakaan Horor Ollie MillroyMoore menambahkan bahwa kecurigaan pengawas mungkin juga dipicu oleh performa efisiensi bahan bakar tim mereka yang dinilai sangat baik sehari sebelumnya, sehingga menarik perhatian ekstra dari para ofisial. Meskipun demikian, Moore secara terbuka mengakui bahwa pelanggaran tersebut memang nyata terjadi sesuai aturan tertulis, meskipun ia merasa sangat terkejut dengan tingkat keparahan hukuman drive-through yang dijatuhkan kepada anak asuhnya yang dinilai terlalu berlebihan untuk pelanggaran prosedural semacam itu.
Akibat penalti berat yang harus dilakoni pada lap ke-11 tersebut, posisi awal Kostecki yang semula berada di peringkat keempat harus merosot drastis hingga ke barisan paling belakang rombongan. Kendati demikian, ia mampu melakukan aksi penyelamatan yang luar biasa melalui kerja keras di sepanjang sisa balapan hingga akhirnya berhasil finis di posisi kesepuluh. Hasil perjuangan keras ini sudah cukup untuk mengamankan posisi seeding kedua di belakang Matt Payne jelang putaran Grand Final mendatang di Adelaide.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!