Awal balapan sprint Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika diwarnai insiden dramatis yang langsung memicu perdebatan panas di paddock MotoGP. Bos tim Trackhouse Davide Brivio secara terbuka melayangkan kritik keras terhadap manuver agresif yang diperagakan oleh para pebalap papan atas pada tikungan pertama selepas garis start.
Insiden bermula ketika empat pebalap melaju berdampingan memasuki tikungan pembuka untuk berebut posisi terdepan. Fabio Di Giannantonio berada di sisi paling dalam, sementara Marc Marquez meluncur kencang dari posisi start keempat untuk menempel ketat di sisi luarnya.
Di sisi luar lintasan, persaingan semakin memanas dengan kehadiran pebalap pabrikan Aprilia Marco Bezzecchi serta peraih pole position Raul Fernandez yang membela panji Trackhouse Aprilia. Ketatnya perebutan posisi inipun berujung pada kekacauan ketika Fabio Di Giannantonio sedikit melebar dan memaksa Marc Marquez mengangkat motornya.
Efek domino dari insiden tersebut membuat Marco Bezzecchi terpaksa melakukan hal serupa, yang berakibat fatal ketika Raul Fernandez menabrak bagian belakang motor rekan sesama Aprilia tersebut dan menyebabkan keduanya tersungkur keluar lintasan. Di tengah kekacauan lini depan ini, Jorge Martin berhasil memanfaatkan celah untuk mengambil alih pimpinan lomba.
Menanggapi insiden yang menimpa timnya, Davide Brivio tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas agresivitas yang dinilai berlebihan. Dalam wawancara singkat bersama media usai insiden tersebut, ia secara tegas mengarahkan telunjuk kepada para pebalap yang terlibat pertempuran di barisan depan.
Baca Juga Marc Marquez Sebut Podium Sprint MotoGP Tidak Manusiawi"Jorge dan Marc sangat agresif pada tikungan pertama. Mereka ingin mendapatkan posisi sebanyak mungkin, dan saya pikir itulah hasilnya, datang secara agresif kepada semua orang," ujar Davide Brivio menjelaskan situasi genting di tikungan pembuka.
Lebih lanjut, bos Trackhouse tersebut menambahkan bahwa dirinya tidak merasa heran dengan aksi ugal-ugalan yang diperlihatkan para kandidat juara dunia tersebut demi mengamankan poin maksimal. Kendati demikian, FIM MotoGP stewards sama sekali tidak memberikan notifikasi penyelidikan resmi terkait insiden yang merugikan kubu Aprilia ini.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!