Pembalap pabrikan Marco Bezzecchi memilih untuk tidak ambil pusing terkait kemarahan yang ditunjukkan oleh Raul Fernandez menyusul insiden kecelakaan pada tikungan pertama balapan sprint Grand Prix Indonesia di Sirkuit Mandalika. Insiden yang melibatkan sejumlah pembalap di barisan terdepan tersebut langsung mengakhiri peluang kedua pembalap untuk meraih hasil maksimal dalam sesi krusial akhir pekan ini.

Kecelakaan bermula ketika rombongan pembalap meluncur ke tikungan pertama dengan intensitas tinggi. Sebagai pemegang pole position, Fernandez memulai balapan dari posisi terdepan, sementara Bezzecchi berada tepat di sampingnya. Namun, manuver di awal lomba memicu reaksi beruntun yang mengakibatkan motor Aprilia milik Bezzecchi tergelincir dan menghantam pebalap Trackhouse Racing tersebut ke area gravel trap, memupus harapan kedua tim.

Tingginya emosi pasca-insiden terlihat jelas ketika Fernandez melampiaskan kekesalannya dengan memberikan tepuk tangan sarkastis di pinggir lintasan, sebelum melontarkan kritik pedas kepada sang pembalap asal Italia di ruang media. Menanggapi reaksi keras tersebut, Bezzecchi menanggapinya dengan santai dan menilai bahwa situasi panas merupakan hal yang lumrah terjadi dalam dunia balap motor profesional yang menuntut kompetisi ketat.

- Advertisement -
Advertisement

Dalam sesi jumpa pers setelah balapan, Bezzecchi menjelaskan bahwa dirinya sama sekali tidak berniat melakukan tindakan berbahaya dan hanya berusaha menghindari tekanan dari pembalap Ducati, Marc Marquez, yang menyusul dari sisi sebelah dalam. Ia merasa telah mengambil keputusan yang terukur untuk mengamankan posisi pengereman tanpa harus mengambil risiko berlebihan di tikungan pembuka.

"Saya hanya berusaha menempatkan diri pada posisi terbaik untuk pengereman," ujar Bezzecchi memberikan penjelasan. "Saya tahu Marc bisa saja mencoba menyalip, namun bagi saya adalah sebuah tindakan yang sia-sia jika memaksakan diri secara berlebihan dan mungkin membuang peluang balapan di tikungan pertama. Jadi, itulah yang saya lakukan.">

Lebih lanjut, pebalap asal Rimini tersebut mengklaim bahwa kontak fisik di lintasan tidak bisa dihindari karena posisi mereka yang sangat berdekatan saat memasuki tikungan. Ia bahkan menyebut bahwa Fernandez sempat melakukan kontak kepadanya dari sisi luar, sehingga ia merasa tidak ada alasan mendasar bagi lawannya untuk terus memendam kemarahan yang berkepanjangan.

Baca Juga Toprak Terkejut Pace MotoGP Misano: Sulit Menyalip, Kualifikasi Jadi Kunci

"Jika Raul marah, saya minta maaf, tetapi sejujurnya, dia menyentuh saya. Jadi pada akhirnya, tidak ada yang perlu disesali," tambahnya. "Antara saya versus dia atau dia versus saya... pada akhirnya, ini adalah insiden balap. Saya tidak bisa menghilang begitu saja dan dia juga tidak bisa menghilang. Jadi tidak ada yang perlu terlalu dikeluhkan. Maksud saya, ini adalah sesuatu yang bisa terjadi.">

Mengenai gestur sindiran berupa tepuk tangan di gravel trap, Bezzecchi mengaku bisa memaklumi luapan emosi sesaat yang kerap muncul akibat adrenalin tinggi. Ia bahkan bercanda bahwa dirinya adalah orang yang paling paham mengenai reaksi emosional semacam itu di lintasan.

Meskipun insiden tersebut memberikan pukulan telak bagi ambisinya di kejuaraan, pebalap Aprilia Racing ini menegaskan bahwa dirinya harus segera mengalihkan fokus menatap balapan utama hari Minggu. Ia masih menyimpan penasaran di Mandalika setelah tahun lalu juga gagal finis meski diunggulkan.