Cal Crutchlow memberikan pujian tinggi kepada Ai Ogura setelah performa impresif pembalap Jepang itu di MotoGP 2026. Mantan pembalap MotoGP ini bahkan menyebut Ogura memiliki kemiripan dengan legenda Honda, Dani Pedrosa, baik dari postur tubuh maupun gaya balapnya.

Ogura memang menjadi salah satu kejutan musim ini. Setelah kesulitan di tahun debutnya, pembalap Trackhouse Aprilia itu tampil jauh lebih kompetitif di musim keduanya. Kemenangan perdananya di Grand Prix Belanda menjadi bukti nyata perkembangannya, dan ia sempat naik ke posisi kedua klasemen, hanya di belakang Jorge Martin dari Aprilia pabrikan.

Namun, peluang gelarnya sempat terganggu oleh kecelakaan di Silverstone dan cedera saat latihan yang membuatnya absen di Aragon. Meski begitu, Crutchlow yang sempat menjadi pengganti Johann Zarco dan balapan bersama Ogura, tetap percaya pada potensi besar pembalap 25 tahun itu.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya pikir Marc [Marquez] masih pembalap terbaik. Tapi dia balap dalam kondisi cedera. Kalau Anda tanya saya siapa selain Marc, saya akan pilih Ai Ogura, kecuali sekarang karena akhir pekan ini [Aragon]," ujar Crutchlow dalam kanal resmi MotoGP.

Crutchlow menilai kemampuan Ogura dalam mengelola ban menjadi senjata utamanya. Di era di mana konservasi ban sangat krusial, Ogura mampu memperpanjang umur ban Michelin-nya dan tampil agresif di lap-lap akhir. Gaya ini mengingatkan Crutchlow pada Pedrosa yang terkenal dengan manajemen ban yang cermat.

Baca Juga Honda Ungkap Masalah di Balik Upaya Bangkit di MotoGP 2025

"Saya suka gayanya balap. Satu-satunya kekurangan adalah dia butuh waktu lebih lama untuk memanaskan ban di awal balapan. Ini sangat khas Dani Pedrosa. Dia tidak mengaktifkan ban seperti pembalap lain di awal. Di akhir balapan, dia sudah menghemat ban sehingga masih punya banyak sisa dibanding yang lain," jelas Crutchlow.

Keunggulan ini membuat Ogura sangat berbahaya, terutama di balapan dengan suhu tinggi. Meski begitu, Crutchlow juga menyoroti bahwa Ogura masih perlu meningkatkan performa di kualifikasi untuk bisa memanfaatkan kecepatan balapnya secara maksimal.