Serang,  Nusantara Media  - Kedua orangtua dan keluarga 
dari pewarta foto ANTARA, bernama Muhammad Bagus Khoirunas, dan merupakan salah satu dari rombongan pewarta foto yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, sejak hari Senin (7/9/2026).

Diketahui, Mansur Suryana yang merupakan wartawan LKBN ANTARA di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, adalah ayah kandung dari fotografer dan jurnalis Muhammad Bagus Khoirunnas.

 Rabu (9/9/2026) siang, pukul 14.00 WIB, Mansur menyampaikan, bahwa ia bersama istri atau Ibu Kandung dari M Bagus, saat ini sudah berada di RS Bhayangkara Banten di Jl. Raya Serang - Pandeglang Km 2, Kelurahan Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten.

- Advertisement -
Advertisement

"Saya bersama keluarga datang ke RS Bhayangkara, setelah dihubungi via telfon oleh anak kami (istri dari Muhammad Bagus Khoirunasl). Disampaikan ke saya, hari ini bersama keluarga agar datang ke RS Bhayangkara untuk dilakukan tes DNA," ungkap Mansur.

Pada kesempatan komunikasi dengan Mansur, ia tidak mau  menyampaikan hal-hal lain dari hari kedua operasi pencarian Tim SAR Gabungan yang saat ini masih melakukan pencarian terhadap speed boat yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda, dimana speed boat itu ditumpangi oleh delapan orang, lima diantaranya adalah M Bagus dan 4 orang pewarta foto dari Jakarta.

"Untuk saat ini, saya hanya bisa menyampaikan ucapan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang sudah terjun dan turun tangan berjibaku sejak hari Senin (7/9/2026) hingga hari ini Rabu (9/9/206)," ujar Mansur singkat dengan suara serak dan terbata-bata.
 
Untuk diketahui, pada pencarian hari kedua, Rabu (9/9/2026), Tim SAR gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri memperluas proses pencarian serta penyelamatan terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, sejak hari Senin (7/9/2026).

Sejumlah unsur yang terlibat dalam operasi ini, di antaranya KN SAR Tetuka 247, Rescuer USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes Sanjaya, Dipolairud, Polsek Carita, Lanal, Satpol PP, Babinsa, pemerintah kecamatan dan desa, Balawista, nelayan, serta masyarakat.

Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Riski Dwiyanto mengatakan, bahwa dalam operasi kemanusiaan di hari kedua ini, Basarnas Banten mengerahkan kekuatan penuh dari tim gabungan.

"Area pencarian kita perluas, karena hasil dari SAR Map, mengarah ke barat daya dari Pulau Gunung Anak Krakatau. Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total luas area pencarian mencapai kurang lebih 271 nautical mile," katanya.

Riski mengungkapkan, saat ini pihaknya fokus melakukan perluasan pencarian berdasarkan analisis data digital, dimana dalam operasi ini dikerahkan total enam unit kapal yang dibagi ke dalam lima Search and Rescue Unit (SRU) dengan peran strategis masing-masing.

"Pada operasi pecarian SAR di hari pertama, Tim Rescue USS Pandeglang bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB. Tim kemudian melanjutkan penyisiran hingga kawasan Krakatau. Sementara KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ menuju lokasi kejadian sekitar pukul 17.26 WIB untuk memperkuat pencarian. Penyisiran juga dilakukan RIB 02 Banten di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Panjang," jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, sejak menerima informasi tersebut, tim terpadu langsung melakukan upaya pencarian dan hingga hari ini operasi SAR masih terus dilanjutkan.

"Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian," terang Kapolda Banten, dalam rilies yang diterima, Rabu (9/9/2026).

Hengki menegaskan, bahwa keselamatan personel yang terlibat dalam operasi pencarian menjadi perhatian utama. Pihaknya juga memastikan kesiapan sarana, prasarana dan sumber daya manusia yang dikerahkan dalam operasi tersebut.

Baca Juga KNPI Cilograng Desak Transparansi Proyek RSUD Cilograng

"Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian," ujarnya.

Lebih lanjut, Hengki menjelaskan, bahwa pihaknya juga telah menyiapkan pos antemortem dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Banten sebagai bagian dari kesiapan apabila diperlukan dalam proses identifikasi.

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," jelasnya.

Terkait kemungkinan pemantauan melalui udara, Kapolda Banten menyampaikan, bahwa hingga saat ini pencarian masih difokuskan melalui jalur laut.

Pemantauan udara akan dipertimbangkan dengan melihat perkembangan situasi dan kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

"Untuk sampai dengan sekarang, belum. Nanti melihat perkembangan hari ini, saya akan minta petunjuk. Kita bisa juga melakukan pemantauan, tetapi situasi erupsi juga harus menjadi pertimbangan," ujarnya.

Dalam riliesnya hari ini, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, kembali mengingatkan masyarakat dan para pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunung dalam radius yang telah ditetapkan.

"Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau," ingatnya.

Diakhir, Kapolda Banten mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial.

"Yang paling penting masyarakat tetap tenang, jangan cepat percaya dengan berita yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya terkait isu tsunami maupun informasi lain yang beredar di media sosial," tutupnya.