Masa depan Colton Herta di kancah balap internasional kembali menjadi sorotan setelah musim debutnya di ajang Formula 2 berjalan jauh dari kata memuaskan. Mantan bintang IndyCar tersebut sebelumnya memutuskan untuk menyeberang ke Eropa demi mengejar mimpi tampil di Formula 1, sebuah langkah ambisius yang diambil setelah ia kesulitan mengumpulkan poin Super Licence yang krusial di Amerika Serikat. Namun, dengan hanya menyisakan dua putaran kompetisi musim ini, pembalap berusia 26 tahun tersebut masih belum mampu meraih satupun podium bersama tim Hitech, menempatkannya jauh dari posisi klasemen yang ia perlukan.
Situasi sulit ini memicu spekulasi luas mengenai kelanjutan karier balapnya menghadapi musim 2027 mendatang. Dalam refleksi terbarunya mengenai musim yang sedang berjalan, Herta secara terbuka menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik untuk menjalani musim kedua di ajang Formula 2. Meski demikian, di tengah ketidakpastian tersebut, sang pembalap justru mengalihkan pandangannya kembali ke tanah kelahirannya dengan menyatakan minat besar untuk berpartisipasi dalam ajang balap paling bergengsi di Amerika Serikat, yakni Indianapolis 500.
Hasrat besar Herta untuk kembali mencicipi atmosfer balap oval di Indianapolis terungkap jelas ketika ia menegaskan komitmennya terhadap ajang legendaris tersebut. "Ya, saya tidak akan pernah menolak Indy 500," ujar Herta menjelaskan pendiriannya terhadap prospek masa depannya. Sejatinya, ia dijadwalkan untuk turun gelanggang pada ajang Indy 500, namun rencana tersebut terpaksa batal akibat adanya penjadwalan ulang dua seri Formula 2 yang berbenturan di Miami dan Montreal.
Kendati rencana awal tersebut harus kandas di tengah jalan, pembalap yang didukung oleh Cadillac ini memastikan bahwa pintu untuk kembali selalu terbuka lebar jika kesempatan yang sama hadir kembali pada tahun 2027. "Saya selalu ingin melakukan Indy 500. Sangat disayangkan tahun ini saya tidak bisa melakukannya. Semuanya sudah siap. Tapi itu tadinya akan terjadi dan sayangnya itu tidak terjadi," lanjutnya dengan nada penyesalan. Ia menambahkan bahwa dirinya belum mengetahui secara pasti bagaimana peta kariernya tahun depan, tetapi jika peluang itu terbuka, ia memastikan akan mengambilnya seratus persen.
Baca Juga CEO F2 Akui Transisi Sulit Colton Herta di Musim DebutPerjalanan terjal Herta di kompetisi Eropa ini turut mengundang perhatian dari CEO Formula 2, Bruno Michel, yang memberikan pandangan jujur mengenai adaptasi sang pembalap Amerika. Michel mengakui bahwa performa Herta di lintasan balap tergolong lebih berat dari perkiraan awal, meskipun kapasitasnya sebagai pembalap hebat tidak perlu diragukan lagi. Menurut Michel, salah satu kendala terbesar yang dihadapi adalah perbedaan kultur dan lingkungan kerja yang drastis antara tim-tim balap Eropa dibandingkan dengan apa yang biasa ia temui di lingkungan IndyCar.
Kendati demikian, pihak manajemen Formula 2 menolak untuk mengecap musim debut Herta sebagai sebuah kegagalan total. Michel menilai bahwa pengalaman berharga yang didapatkan Herta di tangga terakhir menuju Formula 1 ini tetap akan memberikan pelajaran krusial untuk masa depannya di dunia balap. Ia menyoroti bahwa kesulitan utama Herta kerap kali muncul saat sesi kualifikasi, di mana para pembalap dituntut untuk langsung mencatatkan waktu tercepat dalam batasan waktu singkat dan ban terbatas.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!