Dunia balap kursi roda pendukung Formula 1 sering kali diwarnai oleh kontroversi keputusan pengawas perlombaan atau steward. Namun, Andrew Mallalieu selaku steward yang ditunjuk oleh FIA untuk ajang Formula 2 dan Formula 3 sejak 2017, menegaskan bahwa tugas utama mereka bukanlah mencari-cari kesalahan untuk menghukum pembalap, melainkan menjaga keadilan melalui penerapan regulasi yang konsisten di setiap seri.

Dalam menjalankan tugasnya yang penuh tekanan objektif dan teknis tinggi, Mallalieu meyakini bahwa seorang pengawas balap tidak boleh mencari popularitas di mata penonton maupun tim. Menjadi figur yang populer justru akan menghasilkan keputusan yang buruk. Sebaliknya, reputasi yang dibangun atas dasar keakuratan, kemampuan mendengar yang baik, menghargai pandangan pihak lain, serta dihormati di dalam paddock adalah tolok ukur utama keberhasilan seorang pengawas dalam melayani olahraga balap motor.

Para steward sendiri bertugas mengadili berbagai potensi pelanggaran regulasi teknis maupun olahraga yang didukung oleh tumpukan data masif. Mereka mengandalkan rekaman video dari berbagai sudut, transmisi radio tim, data telemetri yang akurat, serta diperkuat oleh sudut pandang langsung dari para pembalap yang terlibat insiden. Berbeda dengan teknologi Video Assistant Referee atau VAR dalam sepak bola, para pengawas balap di ajang FIA F2 tidak memiliki kemewahan untuk membekukan jalannya aksi di atas lintasan. Keputusan krusial harus diambil secepat kilat saat balapan masih berlangsung demi menjaga integritas kompetisi.

- Advertisement -
Advertisement

Mallalieu menjelaskan bahwa masalah yang sudah jelas dan melampaui keraguan yang wajar harus diputuskan langsung selama sesi balapan berlangsung atas dua alasan mendasar. Pertama, jika hukuman penalti waktu dijatuhkan saat balapan masih berjalan, pembalap yang bersangkutan memiliki kesempatan untuk langsung menjalani hukumannya di pit lane dan kemudian berjuang kembali memperbaiki posisinya yang sah. Kedua, semua pihak tentu menginginkan susunan pembalap saat melintasi garis finis semirip mungkin dengan klasifikasi akhir resmi, karena mengubah hasil balapan berjam-jam kemudian melalui penalti pascabalap bukanlah akhir yang diinginkan oleh para penggemar, pembalap, maupun penyelenggara.

Baca Juga Colton Herta Absen di Dua Balapan F2 Madring Usai Crash Kualifikasi

Meskipun kecepatan pengambilan keputusan sangat penting, Mallalieu mengakui bahwa ada ketegangan bawaan antara prinsip kecepatan dan keakuratan data. Kecepatan tidak boleh mengorbankan keakuratan, tetapi begitu bukti yang terkumpul sudah cukup untuk meyakinkan para steward, mereka memiliki kewajiban moral kepada para kompetitor untuk segera menjatuhkan keputusan secepat mungkin. Pertanyaan krusial bagi para pengawas selalu berkisar pada informasi apa yang mereka miliki di tangan dan kapan informasi tersebut tiba di meja kontrol balap.

Untuk insiden tabrakan di atas lintasan, jika data telemetri menunjukkan grafik yang kuat serta rekaman video multi-sudut termasuk kamera on-board tersedia secara lengkap, keputusan di tengah balapan dapat diambil dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi. Sebaliknya, apabila informasi penting masih hilang atau keterangan tambahan dari pembalap dapat mengubah materi investigasi secara material, maka penanganan insiden tersebut harus ditunda hingga sesi balapan selesai demi memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk didengar keterangannya secara layak. Dilansir dari Formula Scout, latar belakang Mallalieu sendiri di dunia motorsport bermula dari kecintaannya pada reli di Barbados sebelum akhirnya mendedikasikan diri di balik meja pengawas FIA.