Ajang balap ketahanan dunia menutup musim kompetisi dengan penuh drama menegangkan di Sirkuit Monza. Toyota berhasil mengamankan gelar juara dunia pembalap World Endurance Championship (WEC) meskipun harus melalui balapan yang sangat berat pada Minggu ini. Trio pebalap Brendon Hartley, Sebastien Buemi, dan Ryo Hirakawa dipastikan keluar sebagai juara dunia Hypercar musim ini meskipun mobil mereka gagal finis di zona poin.
Kondisi cuaca yang tidak menentu sepanjang akhir pekan, mulai dari guyuran hujan deras pada hari Jumat dan Sabtu, menciptakan tantangan tersendiri bagi seluruh tim peserta. Di sisi lain, Cadillac tampil begitu dominan dan sukses menutup musim 2026 dengan kemenangan gemilang di Monza 6 Hours. Penampilan impresif diperlihatkan oleh trio mobil #38 Jota Cadillac V-Series R yang dipiloti oleh Jack Aitken, Sebastien Bourdais, dan Earl Bamber. Mereka berhasil memimpin jalannya balapan hampir di sepanjang durasi lomba setelah Jack Aitken melakukan manuver gemilang di awal perlombaan.
Pada awal lomba, situasi langsung memanas ketika terjadi insiden di chicane pertama antara mobil Genesis yang dikemudikan oleh Daniel Juncadella dan pemegang pole position Miguel Molina dari kubu Ferrari. Daniel Juncadella sempat melebar keluar lintasan sebelum kembali bergabung ke balapan di posisi terdepan. Namun, aksi tersebut langsung memicu investigasi dari pengawas balapan yang berujung pada hukuman penalti lima detik bagi sang pebalap akibat dinilai tidak mengikuti instruksi pengarah balapan.
Jack Aitken sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan emas tersebut. Setelah berhasil melewati Miguel Molina dengan bersih di chicane kedua, pebalap asal Inggris itu melancarkan serangan berani ke sisi dalam tikungan Parabolica untuk merebut pimpinan lomba dari tangan Daniel Juncadella. Sejak saat itu, trio Cadillac melaju tanpa mendapat perlawanan berarti di kelas Hypercar, mengontrol jalannya lomba hingga menyentuh garis finis pertama untuk meraih kemenangan perdana mereka di musim 2026.
Baca Juga Steven Odendaal Ungkap Perjuangan Berat di Balik Titel Juara Dunia EWC BMWSementara itu, kubu Toyota yang sebenarnya sudah mengunci gelar juara dunia pabrikan lewat kemenangan di Barcelona bulan lalu, justru harus menghadapi salah satu balapan paling melelahkan musim ini. Kedua mobil GR010 Hybrid andalan mereka sama sekali gagal menembus posisi 10 besar dan finis di luar zona poin. Meskipun demikian, hasil finis di posisi ke-11 sudah lebih dari cukup bagi Brendon Hartley, Sebastien Buemi, dan Ryo Hirakawa untuk mengamankan titel dunia ketiga mereka sebagai sebuah trio, mengulang kesuksesan serupa yang pernah diraih pada musim 2022 dan 2023.
Sebelum balapan dimulai, hanya ada dua kru dari pabrikan Jepang tersebut yang masih berpeluang memperebutkan mahkota juara dunia. Rival sekubu mereka di mobil #7 yang dihuni oleh Nyck de Vries, Mike Conway, dan Kamui Kobayashi wajib finis minimal di posisi kedua demi memangkas defisit 17 poin dan melengkapi kemenangan Le Mans 24 Hours yang mereka raih pada bulan Juni lalu. Namun, dengan kegagalan kedua mobil Toyota meraih poin di Monza, otomatis titel kelas Hypercar jatuh ke tangan kru mobil #8.
Add us as preferred source

Silakan Login atau Daftar untuk ikut berdiskusi.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!