Awal balapan yang tampak menjanjikan bagi Lewis Hamilton di Autodromo Jose Carlos Pace akhirnya harus berakhir dengan perjuangan berat. Memulai lomba dari posisi belakang akibat penggantian komponen mesin baru, juara dunia Formula 1 tersebut secara mengejutkan langsung melesat dan naik ke peringkat kesembilan saat melintasi garis finis pada lap pertama. Para penonton yang memadati tribun dibuat terpukau oleh aksi agresif sang bintang baru yang musim depan akan memperkuat skuad Kuda Jingkrak, namun momentum positif tersebut gagal dipertahankan hingga bendera finis berkibar.

Alih-alih merangsek ke barisan depan, perlombaan justru berbalik menjadi mimpi buruk terkait masalah kompon ban. Hamilton bahkan harus rela menyerahkan posisinya kepada pebalap muda Oliver Bearman demi menghindari hukuman dari pengawas balapan. Keputusan tersebut terpaksa diambil setelah ia dinilai melakukan pelanggaran dengan mendahului di luar batas lintasan sebelah kanan. Sepanjang balapan, komunikasi melalui radio tim kembali diwarnai perdebatan sengit mengenai strategi pemilihan ban yang dinilai kurang optimal dalam menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah di Brasil.

Meskipun memiliki daya inisiatif tinggi untuk segera meninggalkan ban intermediate dan beralih ke ban kering kompon lunak—sebuah keputusan yang secara teori sudah tepat—Hamilton tetap gagal meraup keuntungan maksimal. Dilansir dari Speedweek, pebalap berpengalaman asal Inggris itu mengakui bahwa kendala teknis pada temperatur ban menjadi akar permasalahan utama mereka sepanjang akhir pekan. Ia menyebutkan betapa sulitnya membawa kompon karet tersebut ke dalam jendela suhu optimal, yang kemudian diikuti oleh masalah degradasi ban belakang yang datang jauh lebih cepat dari perkiraan tim.

- Advertisement -
Advertisement

"Mein Start war phanonal," atau dalam terjemahan bebasnya, Hamilton menegaskan bahwa startnya sangat fenomenal. Namun ia menyayangkan hari itu menjadi salah satu hari di mana mereka mengalami masalah besar dengan ban. "Zunachst war es ganz knifflig, die Walzen ins korrekte Temperaturfenster zu bringen, und dann bauten die Hinterreifen viel fruher ab als erwartet, worauf der Wagen wie wild zu ubersteuern begann," imbuhnya menjelaskan betapa mobilnya mengalami oversteer parah akibat ban belakang yang hancur lebih awal dari perkiraan awal.

Kesulitan tersebut sejatinya sama sekali bukan hal baru bagi kubu Maranello akhir pekan ini. Hamilton mengonfirmasi bahwa mereka sudah merasakan ketidakpastian serupa sejak sesi latihan bebas. Masalah oversteer yang konsisten muncul pada ban intermediate mendorongnya untuk terus mendesak tim melalui radio agar segera diizinkan menggunakan ban slick begitu lintasan mulai terlihat memungkinkan. Meski pada akhirnya panggilan ke pit terlambat satu lap dari waktu yang ia inginkan, Hamilton merasa keterlambatan tersebut tidak memberikan dampak krusial terhadap hasil akhirnya.

Baca Juga Pembalap Audi F1 Ungkap Kendala Mesin di Suhu Panas Ekstrem

Situasi semakin rumit ketika timing pit stop berikutnya kembali tidak sinkron dengan situasi di lintasan. Saat sedang terlibat duel ketat demi mencoba melewati Liam Lawson, Hamilton justru menerima instruksi untuk segera masuk ke dalam pit. Mengingat dirinya sedang dalam posisi menyerang, ia memilih untuk tetap berada di lintasan luar. Keputusan itu nyaris berakibat fatal ketika hujan mendadak turun lebih deras di tikungan pertama, membuat permukaan aspal menjadi sangat licin dan memicu aksi setengah berputar yang dramatis.

"Saya sedang bertarung dengan Lawson dan berniat untuk menyusulnya, tiba-tiba datang perintah untuk masuk ke pit. Saya sedang dalam posisi menyerang, jadi saya tetap di luar, dan seketika tikungan pertama menjadi sangat licin karena hujan yang bertambah lebat—dan saya langsung mengalami setengah-putar. Saya benar-benar beruntung tidak mendarat di tembok pembatas," ungkap Hamilton menggambarkan detik-detik menegangkan nyaris kecelakaan tersebut. Menutup akhir pekan yang mengecewakan ini, ia menegaskan bahwa timnya secara keseluruhan memang tidak memiliki kecepatan yang cukup, sehingga fokus utama kini harus dialihkan untuk mengamankan posisi kedua di kejuaraan konstruktor.